
Suara Pembaca
Baru-baru ini, ramai diperbincangkan baik di media sosial maupun media massa jumlah pengangguran di Indonesia yang meningkat pesat, khususnya pada Gen Z (10/08/2024). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut ada sejumlah faktor yang membuat banyak anak muda alias Gen Z menganggur. Salah satu faktornya adalah salah memilih sekolah dan jurusan (21/05).
Lapangan pekerjaan yang begitu diperlukan oleh masyarakat tidak mampu disediakan oleh negara. Kelangkaan lapangan kerja menunjukkan kegagalan negara dalam menjamin kesempatan kerja para kepala keluarga/laki-laki, yang merupakan salah satu mekanisme terwujudnya kesejahteraan rakyat. Sulitnya pekerjaan menyebabkan banyak dampak masalah di masyarakat, seperti pendapatan tidak ada dipastikan daya jual dimasyarakat menurun sehingga masyarakat dibuat makin sulit. Pengangguran juga membuat masyarakat terutama generasi gen Z terkatung-katung tanpa bisa diberdayakan potensinya.
Banyaknya pengangguran yang ada sekarang tidak lain adalah buah penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang menjadikan pengelolaan SDAE (sumber daya alam dan energi) diberikan kepada asing dan swasta. Faktor lainnya adalah lahirnya berbagai regulasi yang justru menyulitkan rakyat untuk mendapatkan pekerjaan akibat terjadinya deindustrialisasi Islam menjalankan sistem ekonomi dan politik Islam, termasuk dalam pengaturan dan pengelolaan SDAE yang merupakan milik umum.
Pengelolaan SDAE oleh negara meniscayakan tersedianya lapangan kerja yang memadai dan juga jaminan kesejahteraan untuk rakyat. Jadi bukan hanya karena salah memilih sekolah dan jurusan, tetapi memang negara yang kurang memfasilitasi adanya lapangan kerja.
Laila Quni Istaini


