
Oleh. Ross A.R (Aktivis Muslimah Medan Johor)
Seorang dokter spesialis kandungan mengecek selaput darah si bocah yang ternyata sudah sobek. Kasus ini menimpa seorang bocah perempuan berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kejadian berawal saat siswi SD tersebut izin menginap ke rumah teman kepada tantenya, namun ketika diselidiki bocah perempuan tersebut tak hanya menginap dengan teman perempuannya, melainkan dengan dua pria yang salah satunya merupakan pacarnya. Dua pria yang ikut menginap tersebut sekitar 13 tahun yang baru dikenalnya di media sosial. Sebenarnya bocah perempuan berusia 10 tahun ini merupakan salah satu pasiennya dan sang tante meminta dari dokter spesialis kandungan untuk memeriksa keponakannya yang baru diketahui menginap bersama kekasihnya. Fakta mengejutkan bahwa ia mengaku telah kencan dan berhubungan intim dengan pacarnya (16/8).
Fakta tersebut sangat memilukan hati, bagaimana tidak, kejadian serupa banyak sekali terjadi. Bahkan beberapa waktu lalu negeri ini dihebohkan para remaja di bawah umur yang meminta dispensasi nikah karena hamil di bawah umur. Ini menunjukkan bahwa betapa bobroknya tatanan kehidupan dalam sistem sekularisme. Paham sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan ini tidak hanya melahirkan manusia tidak bermoral, tetapi juga abnormal. Bagaimana tidak, karena sekularisme anak di bawah umur melakukan seks bebas bahkan kecanduan. Inilah dampak ketika agama tidak dipakai dalam mengatur seluruh aspek kehidupan.
Dampak dari media kapitalisme sekuler sungguh berhasil merusak generasi muda saat ini. Pornoaksi dan pornografi dengan mudah bisa diakses di media, penggunaan gawai pada anak pun tanpa pengawasan orang tua. Media sosial dan dunia nyata seolah tidak henti merangsang seksual siapa saja. Dari fakta tersebut, dapat kita pahami bahwa sistem kapitalisme sekuler ini tidak layak dijadikan sebagai aturan hidup manusia. Sistem ini juga menunjukkan pada kita bahwa negara abai dan tidak mampu dalam mengurusi dan melindungi rakyatnya, terlebih anak di bawah umur.
Tentunya berbeda jauh dengan sistem Islam, negara Islam akan menjaga dan mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Sistem Islam memberikan keamanan pada seluruh lapisan masyarakat, baik di dalam rumahnya dan juga ketika berada di luar rumahnya dari segala gangguan yang akan melecehkan dirinya. Negara Islam pun akan mengatur atau melarang adanya akses terhadap konten-konten porno di media publik yang dapat menimbulkan bangkitnya syahwat. Selain itu, negara juga akan mengawasi pelaksanaan berbagai kebijakan. Mengatur tata pergaulan seperti menutup aurat di area publik dan sebagainya.
Dalam sistem Islam, negara akan menjadikan individu-individu muslim bertakwa dan terikat dengan syariat Islam. Hal itu akan mendorong umat Islam untuk membuang paham sekularisme yang merusak dan berbahaya tersebut, serta membawa bencana bagi kehidupan manusia di dunia juga di akhirat. Dengan iman dan Islam, seorang muslim akan berjuang mengembalikan institusi negara yang menerapkan seluruh hukum Allah, termasuk tata pergaulan pria dan wanita dalam kehidupan dan masyarakat. Sehingga masyarakat terutama anak di bawah umur terhindar dari zina. Negara juga akan menegakkan sanksi tegas yang bisa mencegah dan membuat jera bagi siapa saja yang mendekati zina ataupun menjadi pelakunya.


