
Oleh: Alfiatus Sa’diyah, S.Pd.
(Pengasuh TPQ Darul Arqom dan Madin Nurul Mas’ud)
Linimasanews.id—Semua bangsa pasti sepakat bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam kemajuan bangsanya. Pendidikan sangat menentukan kemajuan suatu bangsa, terutama di era saat ini. Pendidikan yang berkualitas tentunya akan melahirkan manusia yang berkualitas.
Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam pembentukan kepribadian dan keterampilan manusia dalam kehidupannya. Pendidikan tidak hanya bermanfaat untuk individu manusia itu sendiri, tetapi bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat.
Pendidikan juga sangat berperan pada tingkat global karena dapat melahirkan individu yang mampu berpikir dan memberikan kontribusi besar untuk dunia secara keseluruhan. Hanya saja, pendidikan seperti apa yang mampu melahirkan individu produktif yang mampu berkontribusi secara global? Pasalnya, jika kita melihat kepada pendidikan saat ini di mana pendidikan dibangun dengan asas sekuler, ternyata hanya melahirkan individu yang tidak tangguh dalam menghadapi masalah kehidupannya.
Kehidupan sekuler menjadikan manusia memisahkan agama dari kehidupannya sehingga hidupnya berjalan tanpa pegangan agama. Individu yang lahir dari pendidikan sekuler akan berpikir dan bersikap dengan kemauannya sendiri. Agama tidak dipakai dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan. Agama hanya berada di ruang privatnya, yaitu hanya dalam akidah dan ibadah ritualnya saja.
Dampak dari pendidikan berbasis sekuler sangat nyata dapat kita lihat dalam kehidupan saat ini. Individu yang terlahir dari rahim pendidikan saat ini menunjukkan pola sikap yang tidak sesuai. Pada tahun 2024 lalu, jumlah kasus kekerasan telah mencapai 573 kasus atau lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya (kompas.id,15/08/ 2024).
Ironisnya, pelaku kekerasan ini adalah guru atau tenaga kependidikan. Selanjutnya, terdapat sederet kasus tindak asusila di lingkungan akademik yang melibatkan kalangan akademisi baik dosen, guru besar, maupun rektor (tempo.co, 18/04/2025).
Inilah pentingnya mengembalikan pendidikan pada asas yang benar. Islam datang dengan memiliki konsep yang benar dari Sang Pencipta alam semesta dan membawa rahmat bagi seluruh kehidupan manusia. Dari sejak kehadirannya, Islam telah menjadi sebuah transformasi besar dalam pendidikan. Pendidikan Islam bukan sebatas mempelajari ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh manusia, tetapi membentuk karakter tangguh dalam menghadapi seluruh problematika kehidupannya.
Dari asasnya, sistem pendidikan Islam sangat kokoh karena didasarkan pada akidah Islam. Pendidikan pun ditujukan untuk membentuk kepribadian Islam. Kepribadian Islam dibangun dari pola pikir dan pola sikap. Pola pikir islami berkaitan dengan pemahaman seseorang terhadap akidah dan hukum-hukum Islam. Pola sikap islami berkaitan dengan perilaku seseorang yang sesuai dengan hukum Islam dalam kehidupannya. (Nidzamul Islam, Syekh Taqiyuddin An-Nabhani).
Rasulullah sebagai pelopor bagaimana pendidikan Islam dibangun. Beliau mengajarkan hukum-hukum Islam kepada kaum muslim, baik anak-anak maupun orang dewasa serta tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Rasulullah meletakkan fondasi ketaatan kepada Allah sebagai pilar utama kepribadian. Di samping itu, Rasulullah juga memerintahkan umatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan umum (sains). Rasulullah pernah mengirim dua orang sahabat beliau ke Yaman untuk mempelajari cara pembuatan senjata dabbabah. Rasulullah juga mendorong untuk mempelajari ilmu pengobatan, ilmu menenun serta menulis. Selain itu, beliau juga memerintahkan agar umat Islam menguasai keterampilan memanah, berenang, dan menunggang kuda. Kondisi pendidikan ini terus berlangsung dan berkembang pesat sampai ke masa kekhilafahan Islam setelahnya.
Sistem pendidikan Islam yang dipelopori oleh Rasulullah saw. mampu melahirkan generasi yang berkualitas, baik dari sisi intelektualitas maupun spiritualitas. Tersebutlah sederet ilmuwan-ilmuwan Muslim yang faqih dalam agama dan juga tercatat menghasilkan karya-karya penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, serta masih banyak lagi.
Nama mereka tidak hanya dikenal oleh kalangan akademik Islam, tetapi juga populer di dunia sains Barat. Lahirnya generasi yang berkualitas sepanjang sejarah peradaban Islam tersebut semestinya menjadi gambaran dan petunjuk yang berharga bagi umat Islam saat ini. Petunjuk bahwa Islam mampu melahirkan generasi terbaik yang mampu membawa kebaikan untuk dirinya, masyarakat, dan mampu berkontribusi secara global bagi dunia. Wallahu a’lam bisawab.


