
Oleh: Sulis Setiawati, S.Pd. (Aktivis Muslimah)
Linimasanews.id—Kekejaman penjajah yang terjadi di Gaza hari ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, melainkan juga cermin nyata kegagalan sistem kehidupan yang berkuasa saat ini. Sistem sekuler kapitalistik yang mengutamakan kepentingan materi telah kehilangan rasa hormat terhadap nyawa manusia, bahkan terhadap bayi-bayi yang tak berdosa. Sistem semacam ini jelas tidak layak mengatur dunia dan kehidupan umat manusia.
Pernyataan anggota Kongres AS, Randy Fine, yang menyerukan penggunaan bom nuklir di jalur Gaza adalah bentuk kekejaman yang luar biasa (Sindonews, 24/5/2025). Seruan itu tidak hanya tidak etis, tetapi juga bertentangan secara terang-terangan dengan hukum internasional, serta nilai-nilai kemanusiaan dan agama. Mengancam jutaan jiwa dengan senjata pemusnah massal menunjukkan betapa devaluasi terhadap nyawa manusia makin menjadi-jadi di dunia yang dipimpin oleh sistem rusak saat ini.
Pernyataan tersebut kita saksikan bersama tidak mendapat respons serius oleh para pemimpin negeri-negeri muslim. Mereka tetap diam, bungkam demi menjaga kursi kekuasaan mereka. Diamnya para penguasa ini menjadi bukti nyata pengkhianatan yang menyedihkan dan menambah luka bagi umat yang menanti pembelaan.
Padahal, Islam agama rahmat bagi seluruh alam, memuliakan nyawa manusia. Demikian juga dalam peperangan, Islam menetapkan aturan yang manusiawi, melarang pembunuhan terhadap anak-anak, wanita, orang tua, serta menjaga fasilitas umum dan tempat ibadah.
Karena itu, kemuliaan umat hanya akan terwujud dengan Islam. Namun, Islam tidak akan tegak kecuali dengan kekuasaan yang menerapkannya secara menyeluruh. Hanya dengan tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an- nubuwwah, Islam akan dapat diterapkan secara kafah.
Untuk itu, umat Islam harus bangkit dan bersatu dalam perjuangan menegakkan aturan Islam secara kafah. Perjuangan ini harus dilakukan secara berjamaah dalam satu barisan dakwah yang tulus karena keimanan yang mengikuti metode perjuangan Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam hingga terwujudnya kepemimpinan Islam yang sejati.


