
Suara Pembaca
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut terduga pelaku ledakan di SMA 72 Jakarta belajar merakit bom berdasarkan tutorial di internet. Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana menyebut proses perakitan itu juga dilakukan terduga pelaku sendirian tanpa bantuan orang lain. “Dirakit sendiri, dan pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom,” ujarnya kepada wartawan (11/10/2025).
Kondisi ini adalah cermin dari kemerosotan amanah pendidikan dan sistem sosial yang gagal menjaga generasi muda. Seorang siswa yang seharusnya mengenyam pendidikan penuh harapan, justru terjerumus dalam ekstremisme daring dan kekerasan karena sistem yang rapuh. Islam menempatkan pendidikan sebagai salah satu pilar utama pembentukan karakter, menanamkan tauhid, akhlak, dan amanah sejak dini. Ketika lembaga pendidikan, lingkungan keluarga dan masyarakat gagal merawat generasi dengan baik, maka kerentanan terhadap ideologi kekerasan pun meningkat. Dalam sistem sekuler kapitalisme saat ini, banyak anak muda kehilangan identitas kuat, terpapar konten destruktif, dan tidak menemukan pengganti sistem yang kokoh untuk membina mereka.
Solusi Islam lewat Daulah Islam adalah jawaban yang menyeluruh. Pertama, daulah menegakkan pendidikan yang berlandaskan syariat dan akhlak: kurikulum yang bukan sekadar mengejar nilai akademis, tetapi membentuk jiwa yang takut Allah dan bertanggung jawab terhadap amanah. Kedua, daulah menjalankan pengawasan moral dan sosial yang kuat: konten daring yang merusak, propaganda kekerasan, serta ideologi ekstrem akan ditekan, bukan dibiarakan tumbuh subur di ruang generasi muda. Ketiga, daulah memastikan fasilitas dan lingkungan pendidikan terbebas dari kemiskinan, kelalaian dan tekanan sosial yang membuat anak muda gampang terseret ke jalur destruktif.
Ketika generasi muda diperlakukan sebagai aset ummah, bukan hanya objek statistik, maka amanah mereka akan dijaga dengan serius. Sistem Islam memastikan bahwa jabatan, institusi pendidikan, dan pengasuhan generasi tidak dijual kepada kepentingan modal. Dengan demikian, insiden seperti di SMA 72 bisa jauh dihindari karena bukan hanya penindakan setelah tragedi, tetapi pencegahan melalui struktur yang benar.
Ledakan di SMA 72 adalah alarm keras bagi kita semua. Sistem kita saat ini gagal menjaga amanah generasi. Umat Islam tidak bisa hanya menuntut hukuman bagi pelaku tetapi harus memperjuangkan sistem yang tak memberi ruang bagi kerusakan moral dan ideologi destruktif tumbuh. Daulah Islam bukan sekadar slogan, ia adalah sistem pemerintahan yang menjaga pendidikan, akhlak dan generasi dengan aturan Allah. Semoga kita menjadi bagian dari perubahan yang nyata, bukan hanya komentar setelah tragedi.
Yolanda Anjani, S.Kom.


