
Oleh: Azizah, SPd. (Pemerhati Kebijakan Publik)
Linimasanews.id—Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta agar pemerintah memprioritaskan perbaikan gedung sekolah yang terdampak bencana di Sumatra. Menurutnya, pemulihan sektor pendidikan pascabencana yang dilakukan oleh negara belum sepenuhnya tuntas. Ia menilai, banjir dan tanah longsor yang terjadi November 2025 lalu masih menyisakan pekerjaan besar. Apalagi terkait dengan keberlangsungan proses belajar mengajar.
Hetifah mengatakan, meski dalam kondisi darurat, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan adalah hak dasar bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Sayangnya, sampai saat ini, dampak bencana masih dirasakan oleh puluhan ribu guru dan ratusan ribu siswa yang terganggu aktifitas belajarnya (lintasparlemen, 21/1/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Timur Saiful Nahar menyampaikan, ada 120 unit pesantren atau dayah yang rusak akibat banjir, baik kerusakan berat, sedang, maupun ringan. Mulai dari ruang belajar, asrama santri, dapur, hingga kitab-kitab bacaan terendam banjir. Selain pesantren, ada 70 unit balai pengajian juga mengalami kerusakan berat, rusak sedang, maupun ringan (CNN Indonesia, 16/1/2026).
Peran Penting Pesantren
Pendidikan memiliki peran penting dalam rangka menyiapkan anak untuk menghadapi tantangan kehidupan yang makin rumit dan sulit. Di era globalisasi ini, anak-anak harus dibekali agama yang kuat di samping ditopang berbagai keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi maupun kolaborasi.
Sementara itu, pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang fokus pada kajian tsaqafah Islam. Tsaqafah Islam ini adalah kekayaan terbesar umat Islam. Tsaqofah Islam akan mengajarkan petunjuk hidup dan konsep sistem hidup yang paripurna. Dengan mempelarjari kitab-kitab para ulama salaf, santri akan diajari berbagai tuntunan praktis tentang taharah, salat, membangun rumah tangga, pembahasan peradilan, bahkan konsep negara (imamah). Di samping itu, juga berbagai ilmu alat untuk memahami nash-nash syariat dan menggali hukum. Misalnya, ilmu nahwu-sharaf, balagah, ilmu hadits, tafsir, juga usul fikih.
Berbekal ilmu-ilmu tersebut, pesantren akan menjadi pencetak para ulama yang akan mampu memberi penjelasan hukum atas berbagai persoalan dengan syariat Islam. Pesantren juga menjadi rujukan umat dalam menyelesaiakan semua persoalan kehidupan dengan syariat Islam. Sampai saat ini pun, ulama masih menjadi rujukan utama umat Islam.
Sementara itu, sarana dan prasarana pendidikan adalah segala peralatan dan fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sebuah pendidikan. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor penunjang pendidikan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Sayangnya, Indonesia urutan ke-67 dari total 209 negara di dunia, artinya kualitas pendidikan Indonesia masih tergolong rendah.
Fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana mestinya menjadi tanggung jawab negara. Posisi anggota masyarakat, baik masyarakat biasa ataupun para pegiat sosial hanyalah membantu pemerintah saja. Masa depan dan nasib anak-anak sekolah terdampak bencana sepenuhnya harus mendapat jaminan dari negara. Bukan hanya jaminan secara fisik, mental pun menjadi tanggung jawab negara guna membangun kepribadian Islam yang kuat.
Pemerintah, baik pusat ataupun daerah adalah pihak yang paling bertanggungjawab dalam memulihkan fasilitas pendidikan setelah bencana. Tugasnya tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memastikan layanan pendidikan yang berkelanjutan, termasuk pemulihan kondisi psikologis siswa.
Untuk itu, pemerintah harus melakukan kajian secara cepat terhadap tingkat kerusakan sekolah untuk menentukan jenis perbaikan yang diperlukan. Selanjutnya, negara harus menyediakan sekolah-sekolah darurat di masa tiga bulan pertama agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
Negara juga harus segera melakukan pembersihan sarana-sarana pendidikan yang terdampak, guna mempercepat pemulihan. Selanjutnya, memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak dengan cara membangun kembali bangunan yang lebih aman dari ancaman bencana. Terkait dengan pembiayaan pemulihan sarana pendidikan, anggarannya bisa diambil dari pemerintah pusat maupun daerah.
Islam mengharuskan kepada negara untuk menjamin pendidikan bagi seluruh warga negara. Pendidikan harus gratis dan berkualitas. Dasar dari sistem pendidikan Islam adalah akidah Islam. Tujuan pendidikannya adalah untuk membentuk siswa memiliki kepribadian Islam. Oleh karena itu, sekolah maupun pesantren yang terdampak, harus segera dipulihkan. Pendidikan di sekolah maupun pesantren harus segera dilanjutkan.
Rusaknya sekolah maupun pesantren yang ada di Sumatra, jelas karena ulah buruk manusia yang rakus dengan dunia. Kaum muslim adalah Khalifah di muka bumi. Tugas khalifah adalah mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia. Harusnya alam dikelola agar mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.


