
Suara Pembaca
Sebanyak 747 sekolah berbagai jenjang pendidikan masih berlumpur di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, hingga Senin (12/1/2026). Rinciannya, Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan Sekolah Luar Biasa di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh dan Kementerian Agama sebanyak 132 unit.
Lalu, sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebanyak 615 sekolah. “Secara umum semua ruang kelas sudah kami bersihkan. Namun, untuk pekarangan sekolah dan kompleks sekolah belum dibersihkan, termasuk lumpur di jalan menuju sekolah,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026).
Meski telah banyak sekolah terdampak bencana, namun di wilayah Sumatra beberapa sekolah sudah mulai aktif kembali. Berbeda dengan wilayah Aceh, ratusan sekolah masih berlumpur dampak dari banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu yang lalu. Di wilayah lain, 120 pesantren dan balai pengajian rusak akibat banjir bandang.
Berbagai organisasi kemasyarakatan bahu membahu dalam mengupayakan pemulihan wilayah terdampak meskipun dengan peralatan seadanya. Organisasi kemasyarakatan dinilai lebih tanggap dalam penanganan bencana ketimbang pemerintah. Padahal pemulihan ratusan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana adalah tanggung jawab negara, tidak boleh dibebankan pada masyarakat.
Nasib pendidikan anak-anak sekolah terdampak bencana harus dijamin negara, tak hanya fasilitas fisik tapi juga recovery mental. Dalam upaya tersebut pemerintah harus berfokus juga dalam membangun kepribadian masyarakat khususnya di wilayah terdampak bencana, salah satunya dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat agar menanamkan kepribadian Islam yang kokoh, menjadi pribadi yang tangguh, dan tunduk dengan syariat.
Peran lembaga pendidikan dan pesantren sangat penting untuk menanamkan akidah yang kokoh, menyadarkan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Islam mewajibkan negara untuk menjamin pendidikan gratis bagi seluruh warga negara. Sistem pendidikan Islam berbasis akidah Islam dan bertujuan membentuk siswa memiliki kepribadian Islam.
Peran ini harus menjadi perhatian negara, sekolah, dan pesantren harus segera dipulihkan agar proses pendidikan tidak tertunda. Peran utama muslim adalah menjadi khalifah di bumi, yaitu mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia, bukan merusaknya. Membangun kesadaran umat agar terlibat aktif dalam melahirkan generasi khoiru ummah yang siap menegakkan syariat Islam.
Aisyah Ummu Shaqueena


