
Oleh: Yuliani Zamiyrun, S.E.
Linimasanews.id—Negeri dengan seribu pulau. Ya, itulah Tanah airku Indonesia, tempat aku tinggal dan menjalankan kehidupan. Di sana terhampar gunung, laut, dan pulau-pulau. Di dalam tanah, ada sejuta manfaat untuk kehidupan manusia, mulai dari tambang, minyak, gas, nikel, batubara, emas, aspal, logam, mutiara, garam, hasil laut, dan beragam jenis tumbuhan ada di Indonesia.
Rasanya lengkap, paket komplit. Tidak hanya alamnya saja yang kaya, tetpi manusianya juga kaya dengan keberagaman budaya, adat, warna kulit, bahasa, seni tari, hewan, dan masih banyak lagi. Indonesia pun terkenal dengan kecerdasan manusianya. Masyarakatnya tidak hanya cerdas dalam hal sains, tetapi juga terkenal dengan sifat kelembutan dan sopan santunnya.
Negeri yang Diberkahi
Sebagai negeri yang memiliki jumlah penduduk muslim paling banyak di dunia, Indonesia menjadi salah satu negeri yang tumbuh dengan banyak kebaikan. Kekayaan alam yang melimpah ruah di bumi Indonesia membuktikan bahwa betapa sayangnya Allah Swt. kepada makhluk-Nya yang ada di Indonesia.
Inilah berkah dari langit dan bumi yang luar biasa. Berkah yang harus disyukuri oleh seluruh penduduk Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki begitu banyak sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain di dunia.
Hanya saja, kita harus menjaga keberkahan itu agar tidak dicabut oleh Allah Swt. Seperti yang terjadi pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026. Hampir di seluruh wilayah Indonesia mengalami musibah banjir dan tanah longsor. Sebelum ini, Indonesia juga mengalami hal serupa, tetapi banjir di akhir tahun 2025 yang terjadi di Sumatra (November 2025) adalah musibah yang menimbulkan banyak persepsi.
Kenapa? Karena banjirnya membawa kayu-kayu gelondongan yang menghantam banyak pemukiman penduduk. Merusak wilayah, fasilitas umum, pemadaman listrik, dan memutus akses jalan. Bahkan mengisolasi sebagian wilayah penduduk yang tinggal di pelosok, dan juga berdampak pada banyak sekali korban jiwa dan ada banyak dari anggota keluarga korban yang hilang (Kompaspedia.kompas.id, 3/12/2025).
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana bisa banjir membawa berton-ton kayu yang sebegitu besarnya? Aneh, tetapi kayu-kayu gelondongan itu tak mungkin begitu saja terbawa oleh arus. Tentu ada yang memotongnya atau mencabutnya baik menggunakan alat atau mengikis tanahnya sehingga bisa tumbang.
Ada Sebab Ada Akibat
Hukum kausalitas ini memberi kita kesadaran bahwa bencana tak mungkin terjadi begitu saja kalau bukan ada sebabnya. Pasti ada yang menyebabkan sehingga bencana separah itu bisa terjadi. Pada akhirnya, bencana alam yang terjadi di negeri kita tercinta Indonesia adalah sesuatu yang disebabkan oleh tangan manusia yang serakah.
Sebagaimana Allah Swt. berfirman yang artinya, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum : 41)
Dari ayat ini menerangkan bahwa manusialah sebagai penentu baik atau buruknya suatu keadaan, hancur tidaknya suatu peradaban, kacau tidaknya tatanan kehidupan. Semua ditentukan oleh perilaku manusia itu sendiri.
Manusia yang memilih sifat keserakahan akan merusak kehidupan orang-orang disekitarnya. Tetapi, Allah Maha Baik dan Penyayang. Dengan bencana yang terjadi, bukan berarti Allah tak sayang kepada makhluknya, melainkan Allah sedang menunjukan kekuasaan-Nya untuk memperlihatkan sesuatu yang selama ini tidak di ketahui oleh manusia. Bahwasanya ada sekelompok orang-orang yang ingin menguntungkan diri dan golongannya dengan mengorbankan kehidupan orang banyak.
Sistem Zalim harus Diganti
Pada akhirnya, di balik musibah yang terjadi, tampaklah siapa sebenarnya yang bermain-main dengan keselamatan rakyat Indonesia. Ada kebijakan, ada pengusaha, ada elit, yang kemudian diuntungkan dari sumber daya alam Indonesia yang mereka kelola secara diam-diam tanpa diketahui oleh masyarakat.
Semua kepentingan bisa berjalan dengan mulus ketika uang bertahta. Keselamatan rakyat tidak lagi utama dan pertama, melainkan menyelamatkan kantong-kantong pribadi. Beginilah kemudian kebijakan zalim yang diterapkan di negeri kita tercinta, Indonesia. Kebijakan dibuat berdasarkan kepentingan para pengusaha, elit, dan orang-orang tertentu. Rakyat pada akhirnya hanya menjadi korban dari semua kebijakan zalim yang ada.
Begitulah keadaan rakyat Indonesia. Kita harus mengambil hikmah dari setiap bencana yang ada. Bahwa Allah masih menyayangi kita. Betapa sayangnya Allah Swt. kepada rakyat Indonesia yang selalu terzalimi oleh kekuasaan dan kebijakan zalim di negeri ini. Sehingga seolah-olah, Allah ingin kita kembali taat kepada-Nya. Tetapi ingatlah, Allah tidak diam, Allah tidak tidur. Allah menyaksikan dan sedang melihat rencana dan makar orang-orang zalim yang serakah.
Kelak para penzalim itu akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. Maka jangan sia-siakan kasih sayang Allah kepada kita makhluknya, segera ganti sistem yang ada saat ini dengan sistem yang sudah dirancang oleh yang menciptakan manusia, alam semesta, dan kehidupan ini, yaitu Allah Swt. Atas izin Allah pula, kelak kezaliman pada akhirnya akan runtuh dan berakhir. Wallahualam bisawab.


