
Suara Pembaca
Pilu. Mungkin itu satu kata yang dapat menggambarkan pembantaian dan krisis kemanuaiaan yang menimpa rakyat palestina tak kunjung berakhir. Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh media Al Jazeera Arabic mengungkap fakta mengerikan terkait agresi militer Israel di Jalur Gaza. Laporan tersebut menuding militer Zionis menggunakan senjata terlarang jenis termal (thermal weapons) dipasok oleh Amerika Serikat, yang menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa (15/2/2026).
Temuan ini menunjukkan tingkat brutalitas yang ekstrem. Senjata tersebut dilaporkan mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celcius saat meledak. Suhu setinggi ini mengakibatkan tubuh manusia hancur seketika atau meleleh sepenuhnya, sehingga tidak meninggalkan jejak jenazah sama sekali untuk diidentifikasi maupun dimakamkan. Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul “The Test Of the Story”, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.
Tragedi ini bukan hanya sekadar angka, ini adalah bukti nyata dari kegagalan dunia internasional. Lembaga-lembaga seperti PBB, UNICEF, Amnesty Internasional dan segudang lembaga kemanusiaan lain, nyatanya hanya bisa bersuara tanpa bisa berbuat apa-apa. Penggunaan senjata termobarik oleh Israel semakin menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Lebih menyakitkan lagi, penghianatan para penguasa negeri-negeri muslim menjadi bagian dari tragedi ini. Diam mereka adalah kelalaian, dan sikap mereka memperpanjang derita, padahal kecaman, permohonan kemanusiaan tidak pernah cukup untuk menghentikan penjajahan.
Sungguh, Palestina butuh negara yang menjadi perisai dan menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman Israel. Palestina butuh dukungan negara dan militer yang kuat. Sebab sejak awal pendudukan Palestina hingga saat ini nyaris nasib Palestina mengenaskan, dan berharap pada dunia untuk menyelamatkan Palestina telah terbukti hanya sia-sia belaka, dunia hanya diam dan menutup mata.
Oleh karena itu, satu-satunya sistem yang mampu menghentikan serangan brutal dari Zionis Israel hanyalah sistem Islam dalam bingkai Khilafah. Islam memiliki kepemimpinan (khalifah) yang satu dan mampu mengomandoi, serta melawan siapa saja yang mengancam jiwa dan dara kaum muslimin. Karena jelas bahwa satu nyawa saja dari kaum muslimin terbunuh, berarti telah membunuh seluruhnya.
Dari al-Bara’ bin Azib r.a., Nabi saw. bersabda, “Hancurnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim tanpa hak.” (HR An Nasai 3987,Turmudzi 1455, dan dishahihkan Al-Albani)
Khilafah akan menghapus sekat-sekat yang membelenggu umat, dimana di negara manapun selama dia muslim wajib melakukan jihad fisabilillah, guna menyelamatkan saudaranya. Sudah saatnya umat bangkit dan bersatu, penderitaan Palestina hanya akan berakhir kalau Israel diusir dari tanah Palestina, di mana hal itu hanya bisa dilakukan oleh negara adidaya khilafah menjadi junnah. Karena hanya Khilafah yang menjalankan syariat secara kaffah yang mampu menjadi junnah bagi Palestina dan kaum muslim lainnya yang terjajah.
Rahma Wati
(Pemerhati Sospol, Deli Serdang)


