
Suara Pembaca
Miris sekali, zaman sekarang begitu banyak peristiwa yang sangat menakutkan dan mengenaskan terjadi di depan mata. Misalkan tindakan kekerasan yang bisa saja terjadi di ranah mana pun. Seperti di dalam perpolitikan, rumah tangga, dunia kesehatan, hubungan asmara, dan lainnya.
Berita terbaru telah terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan seorang pria terhadap teman perempuannya yang terjadi di kampus UIN Sultan Syarif Hasyim, Riau. Peristiwa itu terjadi saat seorang mahasiswi sedang menunggu sidang proposal. Pelaku sesama mahasiswa yang diketahui sebagai pacarnya menyerang dengan senjata tajam hingga korban terluka di bagian wajah dan harus dirawat di rumah sakit. MetroTVNews, (26/2/2026).
Kenapa kekerasan seperti itu bisa terjadi? Tak lain karena itulah dampak dari normalisasi pergaulan bebas antara seorang lelaki dan perempuan. Ini tentu berpengaruh sekali terhadap perilakunya karena pergaulan yang sama sekali tidak didasari dengan rasa keimanan dan pergaulan yang tidak kenal norma serta aturan agama Islam, akan dekat dengan pergaulan bebas. Bahkan, bisa berujung pada tindakan kekerasan fisik.
Tindakan kekerasan akibat pergaulan bebas tersebut menunjukkan kegagalan sistem pendidikan sekuler liberal yang tentunya membentuk generasi yang berkepribadian jauh dari tuntutan agama.
Kehidupan ala sekularisme liberalisme yang membentuk standar kebebasan dan bertindak semaunya tanpa memikirkan dampak buruk yang akan dihadapi, normalisasi nilai-nilai liberalisme khususnya pacaran, perselingkuhan dan lain-lain, terutama di tengah keluarga dan masyarakat, tentunya berdampak besar dalam mengubah perilaku yang sangat bertentangan dengan norma agama Islam.
Kenapa semua itu bisa terjadi? tentunya karena di dalamnya terdapat negara dengan sistem demokrasi. Sekularisme liberalisme yang menjadi akidahnya sekarang ini dinilai kurang memprioritaskan pembinaan generasi, sehingga generasi sering dipandang hanya sebagai faktor ekonomi yang bernilai produktif dan berorientasi pada keuntungan secara materi saja.
Dengan kejadian tersebut tentunya itu adalah tugas kita semua sebagai umat Muslim yang harus peka, dan yang lebih utama sekaligus sebagai garda terdepan adalah dimulai dari negara dan pemimpinnya. Solusinya adalah semua itu harus dibentuk dengan sistem pendidikan Islam yang dibangun di atas dasar akidah Islam untuk membentuk kepribadian Islam, pola pikir, dan sikap sesuai dengan syariat Islam.
Generasi yang dididik supaya memiliki kesadaran untuk taat pada syariat Islam, halal-haram, tanggung jawab dan ketekunan atau dengan ketakwaan yang hakiki tidak hanya fokus pada pencapaian akademik pendidikan yang tinggi atau banyak memiliki keterampilan saja. Namun, di sini kita sebagai masyarakat juga harus punya tugas yaitu masyarakat yang saling mengingatkan dalam kebaikan, menentang kemaksiatan. Sehingga, tercipta suasana yang mendukung ketaatan dan menjauhkan dari perilaku yang menyimpang dari koridor Islam dan norma-norma Islam.
Solusi-solusi yang diambil akan sangat berdampak besar terhadap perubahan, terutama bagaimana semua persoalan dan permasalahan yang tengah dihadapi di negara ini, tentunya dengan adanya penerapan Islam yang sempurna atau menyeluruh dan harus adanya Negara Islam, yaitu negara Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah dimana di dalamnya yang menerapkan aturan dan sanksi-sanksi yang sesuai dengan hukum Islam untuk memberikan efek jera dan menjaga demi keamanan dan kenyamanan serta kehormatan masyarakat di dalamnya.
Untuk menerapkan sistem syariat Islam tersebut hukumnya wajib dan penerapannya harus dengan sungguh-sungguh di dalam negara ini.
Emis Misdiawanti
(Aktivis Muslimah)


