
Oleh: Ade Farkah
Ipteng—Kepribadian Islam merupakan karakter yang tampak pada diri seorang muslim, yakni keselarasan antara pola pikir dan pola sikap yang bersumber dari Islam. Jadi, idealnya seorang muslim haruslah berpikir dengan menggunakan pola pemikiran Islam. Begitu pun ketika seorang muslim akan melakukan suatu tindakan, hendaklah ia menyelaraskannya dengan standar perbuatan yang islami.
Oleh karena itu, jika ada seorang muslim yang berpikir bahwa semua agama adalah benar, jelaslah bahwa pemikiran tersebut tidak bersumber dari Islam. Begitu pun jika ada seorang muslim yang melakukan praktik ribawi sebagai alternatif dalam mengatasi masalah ekonomi, tindakannya tidak sesuai dengan standar syariat Islam karena praktik ribawi termasuk perbuatan yang diharamkan dalam Islam.
Apabila kita mendapati sebuah ide atau pemikiran, hendaklah dicermati terlebih dahulu, apakah bersumber dari Islam ataukah selainnya? Begitu pula jika kita hendak berbuat sesuatu. Dengan demikian, baik pola pikir maupun pola sikap, akan menjadi selaras dengan Islam.
Jika Islam sudah terinstal dengan benar di dalam diri seorang muslim, kita akan mendapatinya sebagai seseorang dengan karakteristik yang unik dan khas. Tidak abu-abu, apalagi mudah terpengaruh oleh pemikiran dan budaya yang bertentangan dengan Islam.
Bagi seorang muslim, tentu tidak ada pilihan selain menjadi pribadi yang islami. Sebab, Islam bukan hanya sebuah agama ritual. Islam adalah sebuah ideologi yang memiliki cara pandang khas yang sesuai dengan fitrah manusia sehingga mampu menghasilkan pemecahan bagi setiap persoalan di dalam kehidupan.
Akhirnya, persoalan demi persoalan menjadi lebih mudah diuraikan. Suasana hati pun menjadi tenteram karena mendapatkan rida dari Sang Pemilik alam. Jadi, menjadi pribadi yang islami adalah sebuah pilihan yang tepat bagi setiap muslim.


