
Oleh: Deny Rahma (Komunitas Setajam Pena)
Linimasanews.id—Pembantaian yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina belum berakhir. Bahkan lebih parah lagi, mereka menarget hampir seluruh wilayah Palestina untuk dibumihanguskan. Dikabarkan bahwa sepuluh orang telah syahid dan warga lainnya mengalami luka-luka akibat ulah tantara Zionis yang menyerang wilayah Jenin, Tubas, Tulkarem dan Neblus. Tidak hanya melancarkan serangan yang membabi buta, mereka juga memblokir akses rumah sakit dengan penghalang tanah dan mengelilingi fasilitas medis lainnya dengan pasukan.
Banyak warga di dunia peduli terhadap nasib Palestina. Mereka kerap melakukan aksi demo dan protes terhadap pemerintah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Indonesia adalah salah satu negara yang lantang menyuarakan kemerdekaan bagi Palestina. Baik warga maupun pemerintah, Indonesia dengan tegas menyatakan berdiri di samping Palestina. Di forum-forum internasional pun, pemerintah melalui perwakilannya dengan lantang dan tegas mengutuk kejahatan serta kekejian Zionis Israel dalam setiap pidatonya.
Indonesia-Africa Parliamentary Forum (IAPF) yang baru-baru ini diselenggarakan, menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Forum Internasional ini adalah forum parlemen Indonesia dengan negara-negara Afrika. Puan Maharani selaku Ketua DPR-RI memberikan sambutan serta menekankan beberapa aspek. Salah satunya, yakni mendorong untuk menolak kekerasan dengan cara apa pun, memperjuangkan kemerdekaan dan menghentikan genosida bagi rakyat Palestina serta menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina (tvonenews.com, 1/9/2024).
Bagi umat Islam, memperjuangkan kemerdekaan Palestina adalah sebuah kewajiban. Sesama muslim bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh lainnya juga akan merasakan. Isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina bukan sekadar isu agama, namun lebih dari itu. Bantuan demi bantuan juga telah dikirim untuk meringankan beban berat warga di sana. Aksi boikot untuk produk-produk yang terafiliasi dengan Israel telah dilakukan. Organisasi internasional PBB juga ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan, mulai dari bantuan berupa barang, hukum, dan sanksi.
Namun, zionis tetap saja dengan mudah membantai warga sipil tak bersalah. PBB hanya mampu bersuara, nyatanya juga tak berkutik dan tak bisa berbuat apa pun. Hal ini karena ada hak veto yang dipegang oleh 5 negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Rusia. Hak veto ini berguna untuk membatalkan atau menolak keputusan, ketetapan, rancangan peraturan, resolusi atau undang-undang.
Kesimpulannya adalah penjajahanan yang terjadi di Palestina pasti tak terselesaikan dengan tuntas. Karena, pemegang hak veto adalah penyokong dana utama bagi kaum zionis Israel untuk melancarkan aksinya. Bisa dibilang bahwa seruan untuk menghentikan genosida adalah pencitraan belaka. Baik seruan lembaga internasional, para penguasa negeri muslim maupun pejabat penting dunia tak akan berdampak serius, tanpa adanya tindakan nyata, seperti mengirimkan pasukan/tentara.
Pada kenyataanya, umat muslim di seluruh dunia telah dinistakan, tak hanya di Palestina saja, tetapi juga di negeri-negeri lain, seperti di India, Myanmar, Cina dan di berbagai belahan bumi lainnya. Hal ini karena kaum muslimin meninggalkan ajaran Islam yang kafah. Islam adalah agama yang peduli terhadap nasib kaumnya. Terbukti, ajaran dan hukum-hukumnya memberikan kemaslahatan, membangun kekuatan ukhuwah atas dasar akidah, juga berperan dalam menanamkan sikap umat terhadap sesama muslim, terlebih bagi yang terjajah seperti di Palestina.
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berbuat amar makruf nahi mungkar, menyuarakan kebenaran dengan melawan kezaliman, serta melakukan perlawanan jika sudah mendesak dan mengancam nyawa. Al-Qur’an juga telah menerangkan bahwa perang juga adalah suatu solusi atas suatu konflik, terlebih penjajahan di Palestina.
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).” (TQS. Al-Anfal (8): 60)
Islam juga membina setiap rakyat agar mengerti serta sadar terhadap urusan politik Islam. Islam menanamkan kepada setiap muslim akan kewajiban berdakwah dan jihad di jalan Allah. Pendidikan tersebut harus ditanamkan sejak dini di tataran keluarga hingga negara. Dengan begitu, setiap muslim secara alami akan menyeru kepada kebenaran melalui berbagai mekanisme. Hal tersebut bisa terjadi jika negara menggunakan sistem Islam, yakni khilafah.


