
Suara Pembaca
Baru-baru ini, terjadi bencana di berbagai wilayah Indonesia khususnya di Jawa Barat, seperti Sukabumi, Pandeglang, Banten, dan Cianjur serta beberapa wilayah Jawa Barat lainnya, akibat curah hujan yang ekstrim beberapa waktu belakangan ini. Banjir bandang Sukabumi dipastikan akibat pendangkalan sungai sehingga air meluap ke daratan akibat tidak bisa menampung debit air yang diakibatkan sedimentasi pendangkalan sungai yang sangat parah serta terjadi penggundulan hutan tepat terjadi di atas tanah longsor di jalan Pelabuhan Ratu. Diduga terjadinya tanah longsor akibat dari akumulasi dari hutan gundul serta hujan dengan intensitas tinggi.
Bencana menerjang di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi nyaris merata, tercatat 10 orang meninggal dunia dan 2 orang lainya masih dalam pencarian. Bencana banjir juga terjadi di Pandeglang Banten setinggi 2 meter disebabkan luapan sungai Cilemer yang merendam pemukiman warga setinggi 1-2,5 meter sehingga akses jalan warga menjadi terbatas. Sebanyak 202 warga harus mengungsi ke posko darurat (5/12/2024). Bencana juga terjadi di Cianjur akibat pergerakan tanah yang terus meluas di 15 kecamatan dan kemungkinan bertambah.
Nyatanya, penyebab bencana bukan sekadar faktor alam saja, tetapi juga ulah tangan manusia itu sendiri. Dengan adanya alih fungsi lahan dan penggundulan hutan, serta banyaknya pelanggaran-pelanggaran syariat yang disebabkan karena kehidupan tidak diatur dengan syariat yang benar (IsIam). Perkara halal menjadi haram dan sebaliknya yang haram menjadi halal. Akhirnya, banyak kemaksiatan serta kezaliman terjadi.
Silih bergantinya musibah yang berdatangan sudah saatnya menjadi ajang muhasabah dan bertobat dengan segala apa yang terjadi di negeri ini karena banyaknya pelanggaran syariat. Kaum muslim hendaknya berjuang sekuat tenaga agar syariat Islam tegak di bawah kepemimpinan dan ditemukan negara Islam yaitu Khilafah. Khalifah (pemimpin Khilafah) akan membangun berbagai infrastruktur yang dibutuhkan rakyat secara merata tanpa merusak sehingga bencana dapat diminimalisir. Khalifah berperan sebagai raa’in (pengurus) dan junnah (perisai) seluruh rakyat. Sehingga rakyat hidup sejahtera dan aman penuh berkah sesuai dengan firman-Nya,
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96)
Ema


