
Suara Pembaca
Setelah adanya dugaan praktik kecurangan Pertamax oplosan, kini masyarakat dihebohkan kecurangan produk minyak goreng. Produk Minyakita menjadi sorotan lantaran adanya kecurangan takaran dalam kemasan yang tidak sesuai dengan takaran label.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Jalan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Mentan menemukan Minyakita dijual dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya Rp15.700 per liter dijual Rp18.000 per liter. Selain itu, isi kemasan tidak sesuai dengan yang tertera di label, yakni hanya berisi 750 hingga 800 mL, yang seharusnya 1000 mL.
Kasus seperti ini menunjukkan gagalnya negara dalam mengatasi kecurangan para korporat yang berorientasi mencari keuntungan. Negara gagal menindak tegas. Ini menunjukkan negara abai dalam mengurusi urusan rakyat, tidak hadir dalam memenuhi kebutuhan rakyat.
Di bawah sistem kapitalisme, para korporat mendapatkan hak leluasa untuk menguasai rantai produksi hingga distribusi pangan. Sistem kapitalis meniscayakan distribusi kebutuhan pangan ada di tangan korporasi, bukan di tangan negara.
Hal ini berbeda dengan sistem Islam. Negara dalam sistem Islam (khilafah) akan memastikan rakyatnya mendapatkan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok. Negara mewajibkan sektor produksi dan distribusi pangan berjalan dengan benar.
Dalam mengatur produksi minyak goreng, negara melakukan pendekatan yang berfokus pada kepentingan umat, bukan semata memihak pada kepentingan korporasi. Negara akan memastikan tanah-tanah pertanian bisa digunakan untuk produksi pangan. Kelapa sawit akan dikelola berdasarkan prinsip syariat. Negara pun akan menyediakan fasilitas dan teknologi pertanian yang berkualitas.
Selain itu, negara wajib mengawasi rantai distribusi dan menghilangkan segala penyebab distorsi pasar. Negara juga mamastikan minyak goreng tersebar merata dengan harga yang terjangkau dan tidak ada oplosan atau praktik yang merugikan masyarakat.
Miftahul Jannah
(Aktivis Muslimah Komunitas Kalam Santun)


