
Oleh: Ria Nurvika Ginting, S.H., M.H. (Dosen- FH)
Linimasanews.id—Jalan rusak di Dusun II, Jalan Setia Makmur, Deli Serdang, Sumatera Utara telah lama dibiarkan rusak dan tergenang air. Karena kesal tidak kunjung ada perbaikan dari pemerintah, warga melakukan aksi protes. Diawali dengan menanam pisang, padi dan pepaya, warga lalu memancing lele di jalan berlubang yang tergenang air tersebut, pada Sabtu (27/7/2025).
Saat ini jalan tersebut belum juga diperbaiki. Warga pun berinisiatif menggumpulkan dana untuk membeli batu dan menyewa truk agar jalan bisa ditimbun. Seorang warga bernama Wahyudi menyampaikan bahwa jalan yang berlubang dan tergenang air ini sudah terjadi cukup lama. Ia berharap pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera memperbaiki jalan tersebut.
Jika dibiarkan, jalan rusak tersebut akan makin parah dan akan mengganggu dan membahayakan nyawa pengguna jalan. Padahal, Deli Serdang dianggap kabupaten terbaik dalam menopang Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibra Rakabuming Raka.
Kebijakan ala Kapitalisme
Inilah realitas yang banyak terjadi dalam sistem kapitalisme. Sistem ini lahir dari paham sekularisme, yakni pemisahan agama dari pengaturan kehidupan. Sistem ini telah banyak menimbulkan kekacauan, kerusakan dan kesengsaraan bagi umat manusia. Sebab orientasi dalam sistem kepitalisme-sekularisme adalah segala sesuatu dinilai dari untung dan rugi, tanpa melihat halal-haramnya.
Para pejabat publik yang dihasilkan oleh sistem kapitalisme ini juga menilai segala sesuatu dengan materi. Dalam sistem kapitalis ini, menjadi pejabat publik bukan dianggap amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan untuk memenuhi hak-hak masyarakat, melainkan untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya sendiri. Pejabat publik yang seharusnya melayani dan mengayomi masyarakat justru menjadi orang-orang yang paling abai terhadap masyarakatnya.
Seperti yang terjadi di Deli Serdang ini, sekalipun anggaran pendapatan daerah tersedia, tetapi untuk memperbaiki fasilitas publik agar baik, tidak terwujud. Ke mana dan untuk apa anggaran tersebut? Ini hanya salah satu di antara banyaknya masalah di negeri yang menerapkan sistem kapitalisme.
Islam Solusinya
Ilam memiliki solusi untuk seluruh problematika umat manusia karena Islam bukan sekedar agama ritual. Islam memiliki solusi untuk persoalan infrastruktur.
Dalam Islam, jalan merupakan fasilitas umum yang merupakan hak milik bersama yang menjadi tanggung jawab negara. Sehingga, jika ada jalan yang rusak atau berlubang, tidak boleh dibiarkan begitu saja apalagi sampai menimbulkan korban. Negara bertanggung jawab untuk memberikan fasilitas umum yang aman untuk masyarakat.
Khalifah Umar bin Khattab telah mencontohkan. Ketika Umar mendapati jalan berlubang, ia berkata,”Seandainya ada seekor keledai terperosok di Kota Baghdad, niscaya Umar akan dimintai pertanggungjawabannya dan ditanya ‘Mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya?’”.
Umar khawatir dan takut akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat jika ada seekor keledai yang jatuh, terlebih apabila manusia yang terjatuh ke dalam lubang tersebut. Sosok pemimpin ataupun pejabat publik seperti inilah yang akan lahir di dalam sistem Islam.
Hal ini dikarenakan dalam sistem Islam, kepemimpinan merupakan amanah dan tanggung jawab yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Sehingga, pemimpin dan pejabat publik dalam Islam akan menjalankan tugasnya dengan ketakwaan dan ketundukan terhadap syariat Allah. Oleh sebab itu, mengembalikan sistem Islam sebagai aturan dalam sebuah institusi Daulah Khilafah merupakan hal yang urgen dan wajib agar keberkahan dari langit dan bumi dapat kita rasakan.


