
Oleh: Srie Parmono (Aktivis Dakwah Islam)
Linimasanews.id—Manuver negeri Arab yang memberikan tekanan terhadap perlawanan rakyat Gaza makin menujukkan wajah aslinya. Baru-baru ini pernyataan resmi dikeluarkan oleh negara-negara Arab. Arab Saudi, Qatar, dan Mesir secara resmi menekan Hamas untuk melucuti senjatanya dan menyerahkan kekuasaannya atas jalur Gaza kepada otoritas Palestina (PA) (detik.com, 30/7/2025). Deklarasi tersebut diumumkan dalam konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada selasa 29 Juli 2025. Deklarasi yang ditandatangani 22 negara anggota Liga Arab ini menunjukkan arah sikap bangsa Arab.
Satu hal yang juga tak kalah mencengangkan, Mesir justru menekan imam besar Al-Azhar untuk mencabut pernyataanya tentang Zionis. Padahal, dengan sangat jelas faktanya bahwa pelaparan sistemis menjadi senjata Yahudi untuk melakukan genosida. Dunia pun telah melihat kebusukan Zionis Yahudi dan menyaksikan kekejaman serta kebengisan mereka terhadap rakyat Palestina.
Fakta ini kian menunjukkan bahwa penguasa muslim saat ini telah buta dan tuli atas kebrutalan Zionis terhadap rakyat Palestina. Ini juga menjadi pertanda bahwa kaum muslimin tidak diikat oleh ikatan keimanan. Padahal, umat Islam bagaikan satu tubuh yang harusnya diikat dengan ikatan ukhuwah Islamiyah.
Kekuatan militer yang dimiliki negeri-negeri muslim kini hanya sebagai perhiasan. Kekuatan itu bisa diredupkan oleh kepentingan-kepentingan duniawi. Harta, jabatan, dan kekuasaan telah mematikan hati nurani dan ikatan ukhuwah yang sebelumnya telah Allah teguhkan.
Propaganda Barat telah nyata berhasil melemahkan umat Islam secara ideologis dan menjauhkan mereka dari kekuatan sejatinya. Padahal, dalam sejarah, kaum muslimin telah terbukti memiliki kekuatan luar biasa, yaitu kekuatan yang bersumber dari akidah Islam yang kokoh. Akidah inilah yang menjadi pilar kejayaan umat Islam dan mampu membentuk negara adidaya yang disegani dunia, yaitu khilafah.
Hentikan Penjajahan
Kebrutalan Zionis yang kian bejat harusnya menjadi desakan hebat bagi kaum muslimin agar segera menghentikan penjajahan tersebut. Saatnya umat Islam mengambil peran dalam momentum ini sebagai awal dari titik balik kebangkitan umat dari keterpurukan. Sudah saatnya umat menyadari bahwa solusi hakiki bagi Palestina bukanlah diplomasi semu yang selama ini terbukti gagal menghentikan kezaliman dan penindasan.
Kegagalan yang terus terjadi dalam pendekatan diplomasi seharusnya menjadi pembelajaran bahwa kenyataannya dunia hari ini diatur sistem global yang berlandaskan ideologi kapitalisme. Ideologi ini menjadikan keuntungan materi dan kepentingan sebagai tolok ukur. Karena itu, selama dunia masih tunduk terhadap ideologi kapitalisme, penderitaan umat Islam termasuk Palestina akan terus berlangsung.
Oleh karenanya, umat Islam harus segera keluar dari ilusi sistem kapitalisme buatan manusia ini dan kembali kepada solusi Islam secara kafah. Dalam Islam, solusi sebenarnya adalah jihad yang dipimpin oleh institusi politik Islam (khilafah) yang mampu membebaskan bumi Pelestina dan mampu menjaga kehormatan umat dari kezaliman yang terus berlangsung.
Dengan demikian, semestinya umat menyambut dan bergerak menuju kebangkitan sejati, yakni mengembalikan kemuliaan Islam yang hanya akan terwujud melalui penegakkan Khilafah ala Minhaj an-nubuwwah. Kebangkitan umat harus terus diupayakan agar umat Islam mampu keluar dari jeratan sekuler. Dengan begitu, umat menjadi paham syariat dan tidak takut dengat syariatnya sendiri. Ini lah peran para pengemban dakwah ideologis untuk mendakwahkannya tanpa lelah, seperti fireman Allah dalam surah Āli ‘Imrān : 104
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”
Ayat ini menjadi dasar syar’i pentingnya memperjungkan kembali tegaknya hukum Allah dalam institusi negara, yaitu Khilafah Islamiyah yang mampu mengembalikan harga diri umat Islam yang terah tercabik-cabik oleh sistem kufur hari ini.


