
Oleh. Eni Yulika
Linimasanews.id—Nasib miris menimpa Raya, perempuan kecil berusia 4 tahun asal Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawab Barat. Ia meninggal dunia dengan tubuh dipenuhi ribuan cacing gelang (askariasis). Mengulik kehidupan anak tersebut juga cukup menguras air mata. Ia yang seharusnya bisa dijaga dengan baik oleh kedua orang tuanya, ternyata kedua orang tuanya hidup dalam kemiskinan. Ibunya seorang ODGJ, ayahnya pun sedang sakit. Mereka tak menyadari anaknya mendapat ancaman yang cukup serius (detik.com, 19/08).
Hari ini kemiskinan menjadi salah satu penyebab masalah keluarga. Permasalahan ekonomi yang buruk, perceraian, kriminalitas, gizi buruk, minimnya pendidikan kepengurusan anak dan persoalan lainnya melanda negeri ini. Makin tahun, kemiskinan sangat sulit dibasmi. Seolah terus menghantui negeri yang katanya sudah merdeka dalam waktu yang cukup lama (80 tahun) ini. Padahal, negeri ini kaya sumber daya alam. Tahun demi tahun rakyat kesulitan untuk sekadar bertahan hidup.
Apa yang terjadi kepada negeri dengan umat Islam mayoritas ini? Padahal, Allah menyatakan umat Islam adalah umat terbaik. Ternyata, karena umat Islam saat ini tidak mengikuti syarat untuk menjadi umat yang terbaik. Dalam sebuah tafsir Al-Qur’an, dikatakan bahwa ketika umat Islam ingin menjadi umat yang terbaik, mereka harus tunduk dan patuh terhadap perintah dan menjauhi segala larangan Allah, tanpa terkecuali.
Namun, yang terjadi hari ini, banyak sekali yang meninggalkan perintah Allah dan melakukan larangan Allah. Maka, wajar kehidupan hari ini serba sulit. Mulai dari individu, masyarakat, dan negara tidak tunduk, tidak mau diatur dengan hukum-hukum Allah Swt. (syariat Islam). Padahal, Allah sudah berfirman tentang hukum mana yang terbaik jika bukan hukum Allah. Akan tetapi, umat Islam hari ini malah memilih hukum buatan manusia dalam ideologi kapitalisme sekuler.
Ideologi kapitalisme ini menjadikan manusia tunduk kepada pemilik modal dan kepentingan asing, bukan tunduk kepada hukum Allah. Padahal, pahlawan terdahulu dengan pengorbanan nyawa mereka memenuhi panggilan jihad untuk melawan penjajah. Dengan iman di dada dan ketundukan akan perintah Allah, mereka gigih mengusir penjajah.
Saat ini penjajahan fisik memang sudah tiada tetapi, pengaruh asing dan hukum peninggalan asing masih diberlakukan. Belum lagi, segala bentuk kebijakan berpihak pada asing dan pemilik modal besar. Bukan lagi kepada seruan Allah yang memberikan keadilan.
Oleh karena itu, tugas umat Islam hari ini belum selesai, yakni mengembalikan kesadaran umat bahwa keadilan dan kesejahteraan akan terwujud dengan ideologi Islam. Islam adalah sumber solusi hakiki yang akan mengentaskan rakyat negeri ini dari kemiskinan.
Islam akan memberikan kemerdekaan hakiki bagi seluruh manusia dan alam semesta. Karena bumi ini memang milik Allah, maka tidak ada cara lain untuk mengembalikan arti kemerdekaan kecuali dengan mengambil solusi dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah.


