
Suara Pembaca
Keputusan sewenang-wenang Zionis Israel yang mencabut izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang sedang beroperasi di Palestina, terkhusus di jalur Gaza, mendapatkan kutukan dari kementerian luar negeri dan ekspatriat palestina. Israel mengatakan beberapa organisasi kemanusiaan gagal mematuhi aturan pendaftaran baru, mereka mengklaim tujuan aturan tersebut, yakni agar mencegah Hamas dan kelompok militan lainnya menyusup ke organisasi bantuan (antaranews.com, 31/12/2025).
Kemlu pun menegaskan bahwa organisasi-organisasi tersebut memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga Palestina. Zionis Israel tidak mempunyai kedaulatan atas wilayah-wilayah palestina yang diduduki, dimana wilayah tersebut menerima uluran tangan dari organisasi-organisasi yang diakui secara internasional. Pada kesempatan lain, Zionis Israel melancarkan ekspansi pemukiman ilegal Israel di tepi barat Palestina tahun 2025. Yang mana pada tahun tersebut mencapai tingkat tertinggi. Pemantau permukiman Zionis, Peace Now, menyatakan otoritas Israel memajukan rencana pembangunan 28.163 unit rumah pemukiman sepanjang 2025. Ini adalah angka tertinggi yang pernah dicatat. Ekspansi pemukiman ini menjadi inti strategi pemerintah untuk menghalangi berdirinya negara Palestina.
Penderitaan demi penderitaan akan terus dirasakan rakyat Palestina selama Israel tetap eksis baik diakui atau tidak oleh dunia. Sebab, mereka adalah benalu yang menumpang di tanah Palestina, lalu mereka sedikit demi sedikit menggerogotinya. Zionis Israel tidak akan berhenti untuk mewujudkan cita-cita mendirikan negara Israel raya. Selain itu, mereka pun ingin menguasai politik-ekonomi dunia tanpa memandang jalan yang ditempuh. Apabila kita tetap meneruskan keadaan ini sama saja kita membiarkan Palestina menderita selamanya.
Sudah banyak solusi yang ditawarkan Amerika Serikat untuk menyelesaikan persoalan Palestine. Akan tetapi, berbagai solusi tersebut akan semakin memperdalam jurang penderitaan rakyat Palestina. Amerika Serikat adalah musuh kaum muslim, mereka tidak mungkin membiarkan kaum muslim berjaya, justru ingin menghancurkan Islam sampai akar-akarnya. Begitu pula dengan masalah Palestina ini, solusi yang diajukan tidak akan menguntungkan pihak Palestina, tetapi menguntungkan pihak Zionis Israel. Tampak dari luar, seolah Amerika Serikat ikut prihatin, tapi nyatanya mereka menusuk diam-diam dengan solusi-solusi mereka.
Mengutuk atau memohon kebaikan Zionis Israel agar membuka jalur bantuan kemanusiaan pun tak cukup untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina. Hal ini sia-sia karena mereka tak akan mendengar ocehan kita. Lalu ke mana lagi kita berharap? Para penguasa negeri muslim pun memilih mengkhianati rakyatnya. Mereka lebih suka menjadi boneka Barat untuk mempertahankan posisi mereka.
Semua ini harus dihentikan, kaum muslim harus segera bangkit dari keterpurukan dan bersatu dalam naungan Khilafah. Kaum muslim harus yakin bahwa penderitaan Palestina akan berakhir dengan adanya negara adidaya Khilafah yang akan menjadi junnah, melawan Zionis Yahudi dan kafir Barat. Mari saling mengokohkan jalan dakwah ini, mengingatkan kembali bahwa status Palestina adalah tanah kaum muslim.
Yumna Daafiatumillah


