
Oleh: Fatimah Ummu Zubair
Linimasanews.id—Sejak merdeka tahun 1945 sampai tahun 2025, Indonesia belum juga menunjukkan bentuk kemajuan yang nyata. Bahkan untuk mengatasi lapar rakyatnya pun, pemerintah belum mampu menjangkau semuanya. Kasus kelaparan dan kemiskinan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini masih banyak.
Tidak hanya soal kelaparan dan kemiskininan yang tinggi, angka kriminalitas, sex bebas dan penyalahgunaan narkotika pun menambah citra buruk negara dengan mayoritas muslim ini. Astaghfirullah. Miris, karena menjadi salah satu negara dengan jumlah muslim terbanyak, nyatanya tidak menjadikan Indonesia menjadi negara yang islami.
Perilaku bebas dan pelanggaran terhadap nilai nilai syariat justru banyak ditunjukkan oleh orang Islam di Indonesia. Banyak perempuan yang mengumbar aurat demi sebuah konten. Hubungan lawan jenis tanpa ikatan, perselingkuhan, perjudian, penggunaan barang-barang terlarang, prostitusi dan masih banyak lagi bentuk perilaku buruk di masyarakat.
Perilaku rakyat ini tidak jauh berbeda dengan para pemimpinnya. Praktik suap, korupsi, permainan hukum, jual beli aset negara, penebangan hutan secara liar juga sudah menjadi rahasia umum terjadi di pemerintahan sekalipun mayoritas mereka adalah muslim.
Mengapa orang Islam begitu jauh dari akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah dan yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an? Jauhnya umat Islam dari jati dirinya sebagai seorang muslim ini dipengaruhi oleh beberapa hal.
Pemisahan agama dari kehidupan menjadikan umat Islam hanya menghadirkan Islam ketika mereka menjalankan rukun Islam saja, seperti shalat, zakat, puasa dan melaksanakan ibadah haji. Menjadi seorang muslim yang memakai pakaian sesuai aturan Al-Qur’an juga hanya dilakukan saat pengajian. Setelah itu, tak sedikit yang kembali bebas sesuai keinginannya.
Ide-ide dari kafir penjajah yang meyebarkan pemahaman-pemahaman liberalisme, feminisme, dan nasionalisme di tengah-tengah umat ini makin menjadikan kaum muslim jauh dari agamanya. Lalu, bisakah umat Islam akan kembali mulia dengan Islam?
Al-Qur’an Pedoman di Seluruh Lini Kehidupan
Islam hadir tidak hanya menjadi agama yang mengatur ibadah ritual. Islam bukan hanya tentang rukun Islam, tetapi juga rukun iman yang mengharuskan umat-Nya mengaplikasikan keimanan sesuai dengan isi Al-Qur’an.
Al-Qur’an sejatinya bukan hanya sebuah bacaan, tetapi adalah sebuah aturan yang mengatur hidup manusia secara keseluruhan, dari hubungannya dengan Sang Pencipta, hubungannya dengan diri sendiri, dan hubungannya dengan masyarakat (sesama manusia).
Ketika umat Islam mau menjadikan Al-Qur’an sebagai aturan hidupnya, maka umat Islam akan menjadi umat terbaik, seperti yang sudah Allah firmankan di dalam kitab-Nya.


