
Oleh: Anita Ummu Razan (Aktivis Muslimah)
Linimasanews.id—AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan adalah suatu teknologi yang bisa mentransfer tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, beralih pada komputer atau mesin. Hidup di zaman yang sangat modern menjadikan teknologi berkembang begitu cepat. AI bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Para peneliti kecerdasan buatan ini kembali memperingatkan pemerintah untuk bersiap menghadapi ledakan kecerdasan AI. Meskipun teknologi ini dapat menghasilkan berbagai dampak positif dalam bidang medis dan teknologi lainnya, tetapi ledakan ini juga bisa membawa pada tiga risiko besar, mulai dari ancaman biologi dan siber, hilangnya kendali dan keterlibatan manusia untuk berpikir serta ancaman perang antarnegara (CNNIndonesia, 30/09/2026).
Kecerdasan buatan ini bagaikan pisau bermata dua, menawarkan kemudahan yang luar biasa dengan meringankan beban kerja manusia, tetapi di sisi lain juga membuka celah bagi pengguna kejahatan, penistaan agama. Bahkan, bisa menimbulkan bahaya bagi manusia itu sendiri. Mulai dari hilangnya lapangan pekerjaan bagi jutaan manusia, hingga risiko keamanan global.
Jika kecerdasan ini tidak dikendalikan dengan akidah dan syariat Islam, bisa berisiko pada kehancuran kehidupan manusia. Manusia adalah makhluk yang diberikan kemuliaan akal oleh Allah Swt. Seharusnya ia menyadari bahwa betapapun hebatnya kecanggihan teknologi yang diciptakannya, tetaplah ada kekurangan dan tidak akan kekal. Manusia diberikan kesempurnaan akal bukan untuk dituhankan.
Manusia adalah wakil Allah Swt. dalam menjaga kemakmuran bumi-Nya. Tugas manusia sebagai khalifah adalah memastikan bahwa kemajuan teknologi ataupun benda-benda (madaniyah) yang super canggih (seperti AI) harus selalu dikendalikan oleh pemikiran yang benar (Islam). Segala bentuk pemikiran manusia akan menjadi hadarah (pemahaman atau cara pandang) baginya.
Kecerdasan buatan merupakan buah dari perkembangan teknologi yang dibuat manusia. Ia dipengaruhi oleh berbagai informasi pemikiran dan berbagai ideologi yang dikumpulkan menjadi satu proses berpikir yang menghasilkan keputusan. Karena itu, penting untuk mengendalikan kecerdasan berpikir itu dengan pemikiran Islam agar kecerdasan buatan tidak membawa mudharat bagi manusia. Bumi tidak menjadi hancur oleh karena keserakahan manusia dalam kehidupannya.
Apabila AI di tangan manusia yang memiliki akidah yang benar dan tunduk pada syariat, tentu akan membawa kemaslahatan bagi. AI akan dimanfaatkan untuk semakin mudah memahami tentang konsep penciptaan manusia, alam semesta, dan kehidupan yang diciptakan Allah, sehibgga segala tingkah laku manusia akan berasaskan kepada aturan Allah Swt. Sebaliknya, jika kecerdasan buatan di tangan manusia yang memiliki akidah yang rusak dan hanya tunduk pada manfaat dan kekuasaan, maka akan membawa kemudharatan bahkan kesesatan bagi manusia. Oleh karena itu, pemanfaatan AI harus selalu disandarkan pada sistem Islam.
Penting bagi manusia untuk rida dan tunduk kepada aturan Islam karena syariat-lah satu-satunya aturan yang sempurna bagi manusia. Dengan Islam, manusia menjalankan perannya atau dalam membuat teknologi akan tetap berpegang teguh pada prinsip halal haram. Islam ini, insya Allah akan memberikan keselamatan di dunia maupun akhirat.


