
Oleh: Saniati
Linimasanews.id—Air adalah sumber kehidupan di bumi. Apa jadinya jika air di bumi berkurang? Inilah yang kini terjadi di sebagian wilayah. Dikutip dari detiksumut.com (29/09/2029), krisis air bersih masih dialami warga Desa Tuanggeo, Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut telah berlangsung selama tiga pekan. Warga terpaksa memanfaatkan air dari batang pisang dengan cara memotongnya terlebih dahulu, lalu dipasangkan sebilah bambu untuk mengalirkan air yang keluar.
Air merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Ketiadaannya mempengaruhi keberlangsungan hidup manusia. Kurangnya air bersih membuat masyarakat harus mengunakan air seadanya, bahkan menggunakan air yang tidak layak pakai yang dapat mempengaruhi kesehatan, seperti menyebabkan penyakit kulit hingga penyakit yang menimbulkan kematian apabila air tersebut tidak layak dikonsumsi.
Kekurangan air bersih memang terkadang dipengaruhi oleh kekeringan akibat musim kemarau tiba. Namun, menjadikan faktor cuaca sebagai penyebab utama tidaklah cukup. Persoalan yang terjadi juga berkaitan tata cara dalam mengatur, mengelola, dan menjaga ketersediaan air bagi rakyat.
Memang, jika musim kemarau tiba dan masyarakat membutuhkan air bersih, negara hadir memberikan bantuan. Sayangnya itu hanya bersifat sementara, padahal rakyat membutuhkan air secara terus menerus bukan hanya ketika bencana kekeringan terjadi.
Komersialisasi
Dalam sistem kapitalis, sumber daya air dipandang sebagai sesuatu yang dapat dikelola berdasarkan kepentingan dan dapat dikuasai oleh siapa saja yang memiliki modal yang berujung kepada kepentingan bisnis. Di dalam sistem kapitalis, negara juga leluasa memberikan izin kepada industri yang memakai air dalam jumlah besar, seperti pabrik air kemasan, hotel, dan sebagainya. Akan tetapi, negara abai bahwa masyarakat sekitar sulit untuk mendapatkan air.
Ini membuktikan bahwa tata kelola air dalam negara yang mengemban kapitalis tidak sepenuhnya hadir berpihak kepada rakyat dalam pemenuhan kebutuhan dasar, yaitu air. Negara kapitalisme hanya menjadi regulator, pembuat aturan, pemberi izin kepada pihak tertentu untuk mengelola sumberdaya air yang seharusnya menjadi kebutuhan dan hak rakyat.
Sistem Islam
Apabila masyarakat mau menerapkan sistem Islam di tengah-tengah kehidupan, tidak akan ada lagi masyarakat yang merasakan kesulitan sebagaimana dalam kapitalisme. Karena, Islam memandang bahwa sumber daya air merupakan kepemilikan umum yang dikelola sepenuhnya oleh negara dan manfaatnya mesti dapat dirasakan secara merata ke seluruh mahkluk ciptaan Allah Subhana Wata’ala.
Salam Islam, sumber air yang melimpah tidak boleh dikuasai individu atau swasta yang mengakibatkan manfaatnya hanya bisa dinikmati oleh kelompok tertentu yang berorientasi kepada keuntungan. Akan tetapi, negara Islam akan memastikan langsung manfaatnya bisa dirasakan sampai kepada seluruh rakyat. Air dapat disalurkan dengan biaya distribusi yang minim, bahkan secara gratis.
Islam memperbolehkan masyarakat untuk memanfaatkan air dalam memenuhi kebutuhan hidup maupun kebutuhan pertanian. Namun, pemanfaatannya tidak boleh menyebabkan masyarakat luas kehilangan akses terhadap sumber air yang menjadi kebutuhan bersama. Dengan diterapkan Islam, maka umat tidak lagi khawatir dengan datangnya musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan atau keterbatasan air bersih karena hanya sistem Islam yang punya solusinya.
Sebagai contoh, di masa Kekhilafahan Abbasiyah, Umayyah, dan Utsmaniyah, sebagian besar wilayah ada di kawasan kering dan semi-kering. Untuk menyediakan kebutuhan air secara mandiri ketika musim kemarau, negara menerapkan manajemen tata kelola air terpusat, pembangunan infrastruktur hidrolik raksasa, serta penerapan hukum kepemilikan air berbasis syariat. Maka, ketika kemarau tiba, ketersediaan air mampu memenuhi kebutuhan warga atas air.
Maka, ketika wilayah Indonesia dikelilingi oleh sumber air, seharusnya dengan berkembangnya teknologi, negara bisa memfasilitasi penyediaan air bersih bagi masyarakat karena telah menjadi kewajiban negara. Semua itu akan mampu dilakukan jika negara memahami Islam dan mau menerapkan Islam sebagai pelindung bagi warganya.


