
Oleh: Selvi Andini (Pendidik, Aktivis Dakwah)
Linimasanews.id—Dunia menyaksikan derita yang terjadi pada saudara muslim di Gaza, Palestina. Tetapi, akhirnya hanya diam membisu melihat pembantaian keji. Padahal, serangan Zionis Israel terus-menerus mengorbankan nyawa. Bahkan, baru-baru ini sedikitnya 54 orang di Jalur Gaza, termasuk 11 orang di sebuah tenda pengungsian tewas akibat serangan udara Zionis. Secara keseluruhan, sejak awal 2025 ini sudah ada lebih dari 150 orang tewas di Gaza karena bombardir serangan Israel (cnbcindonesia.com, 4-1-2025).
Fakta tersebut menunjukkan, sampai detik ini masalah Palestina tetap terjadi tiada henti. Genosida, pengeboman pada orang-orang yang tidak bersalah selalu dilakukan oleh Zionis Israel. Mereka memperlakukan saudara-saudara di Gaza layaknya bukan manusia. Puluhan ribu nyawa dan tumpahan darah tidak pernah masuk perhitungan Zionis.
Mengapa permasalahan ini tidak kunjung selesai, bahkan eskalasi pembantaiannya makin meningkat? Tidak jengahkah kita melihat fakta ini?
Permasalahan ini tak pernah mendapatkan solusi tuntas sebab tidak diselesaikan dengan cara yang benar. Hingga kini negeri-negeri Muslim takut untuk mengirimkan para tentaranya. Petinggi-petingginya hanya kerap bermediasi yang nihil hasil. Mereka dihalangi oleh sekat-sekat nasionalisme dan cinta dunia dalam sistem kapitalisme. Adanya paham nasionalis ini tidak akan pernah membuat perdamaian dunia ada. Justru paham ini akan terus mencabik-cabik negeri-negeri muslim.
Selain itu, adanya PBB sebagai lembaga internasional untuk mendamaikan negara-negara yang sedang berkonflik, faktanya tidak bisa diharapkan. Sebab, sampai saat ini PBB tidak mampu memberikan solusi yang solutif. Keberpihakan mereka selalu ada pada musuh-musuh kaum muslim, yakni Zionis laknatullah. Hal ini karena PBB berada di bawah kekuasaan orang-orang Zionis itu sendiri. Hal ini menyebabkan saudara-saudara muslim di Palestina terus menderita tanpa jeda.
Berbeda dengan kapitalisme yang menghasilkan nasionalisme, ideologi Islam justru menyatukan seluruh kaum muslim di seluruh dunia dengan akidah Islam. Dalam Islam, muslim yang satu dengan muslim yang lain ibarat satu tubuh. Jika satu merasa sakit maka semuanya merasakan sakit pula.
Dalam Islam, haram hukumnya kaum muslim terpisah oleh sekat-sekat negara bangsa (nation state). Wajib bagi kaum muslim berada dalam satu naungan kepemimpinan, yakni khalifah dalam sistem khilafah. Khilafah merupakan ajaran Islam yang wajib diemban dan diterapkan umat Islam. Dengan tegaknya khilafah, aturan Islam akan diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, tanpa terkecuali. Artinya, diterapkan secara revolusioner.
Dengan adanya Khilafah inilah seluruh umat Islam di dunia akan bersatu. Khalifah sebagai kepala negara akan mengurusi umat dan tidak akan membiarkan darah umat tumpah tanpa alasan syar’i. Khalifah akan mengirimkan tentara-tentaranya saat ada wilayah Islam yang diganggu oleh musuh dengan menyerukan jihad fii sabilillah. Karena itu, dengan khilafah persoalan Palestina akan segera terselesaikan. Tidak akan berlarut-larut.


