
Oleh: Laila Quni Istaini
(Aktivis dakwah)
Linimasanews.id—Nilai tukar rupiah ambruk ke level 17.600 per dolar Amerika Serikat pada periode long weekend, Jumat, 15 Mei 2026. Berdasarkan data Google, rupiah menyentuh level Rp17.602 pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Asuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Faktor lain adalah arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed (Tempo, 16/05/2026).
Naiknya harga rupiah terhadap dolar membuat masyarakat dibuat semakin terasa lelah hidup dalam sistem hari ini yang menyengsarakan karena artinya jika rupiah tembus Rp17.000 rupiah lebih dipastikan harga-harga barang pokok dan energi naik. Sebelum rupiah tembus 17.000 saja kehidupan sudah terasa sulit apalagi sekarang sudah diatas 17.000 dan kemungkinan naik masih ada.
Masyarakat menengah kebawah yang amat merasakan dampak dari ini semua. Makin sulit mengatur keuangan karena penghasilan tidak ikut naik. Gaji satu bulan tidak sampai satu bulan sudah habis apalagi masyarakat yang penghasilannya harian dari hasil berdagang atau nguli semakin bingung karena uang Rp100.000 saja seakan sudah tidak ada harga dirinya. Dampaknya masyarakat bisa saja mengambil jalan pintas dengan pinjol atau paylater yang padahal walau kelihatannya solusi praktis selain hal ini dilarang oleh agama pinjol atau paylater tidak sedikit menjadi masalah yang berkepanjangan.
Penyebab kondisi naiknya dolar terhadap rupiah salah satunya karena Konstelasi politik Internasional (Perang AS-Iran) memengaruhi aktivitas pasar global sehingga memicu pelemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Masyarakat meminta agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini dengan serius berusaha agar rupiah menguat kembali. Keluhan masyarakat dengan kondisi sekarang malah direspon tidak serius oleh pemerintah bahkan meremehkan bahwa kenaikan dolar ini tidak berdampak langsung kepada masyarakat mereka bilang kalau kondisi masih aman. Padahal dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Hari ini masyarakat sudah melek akan fakta dan ilmu. Kalau negara hari ini sedang tidak baik-baik saja. Tetapi akhirnya, masyarakat tidak bisa banyak protes dan terpaksa menjalani kehidupan dengan serba kesulitan. Inilah kondisi yang masyarakat hadapi. Mereka makin sengsara di negeri yang menerapkan sistem kapitalisme dan sekularisme ini yang memakai peraturan buatan manusia sehingga jauh dari bisa mengurus masyarakat secara baik dan benar. Sementara para pejabatnya hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri.
Sistem ekonomi Islam akan menerapkan adalah sistem uang yang stabil yaitu menggunakan emas dan perak. Mata uang emas dan perak akan lebih stabil, jauh dari inflasi karena sudah terbukti pertahanannya lebih kuat. Mata uang emas dan perak bisa terhindar dari permainan harga atau money laundry dan sebagainya.
Negara akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang diterapkan syariat tidak bolehnya riba. Hal yang utama, negara akan menjamin distribusi secara adil dan merata ke seluruh wilayah. Negara akan menerapkan dan mengontrol pengaturan kepemilikan yang sesuai aturan syari’ah dimana itu adalah aturan yang terbaik dari Sang Pencipta.
Dalam sistem Islam, pemimpin dan pemerintah bertanggunga jawab dalam kesejahteraan masyarakat karena masyarakat adalah amanah dan pemimpin adalah pengurus umat dan perisai. Pemimpin wajib melindungi masyarakat dari kesengsaraan hidup dimana tidak akan meremehkan urusan rakyatnya. Karena memimpin masyarakat kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. sehingga para pemimpin dan pemerintah akan takut kepada Allah dan tidak akan menelantarkan masyarakatnya. Wallahualam bisawab.


