
Oleh: Ria Nurvika Ginting, S.H., M.H.
(Dosen-FH)
Linimasanews.id—Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Amerika Serikat (AS) menjadi lembaga yang diharapkan dapat memberikan perdamaian pada Palestina. Hal ini menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk ikut serta dengan BoP. Selain itu, Zionis Israel yang hingga saat ini bahkan di tengah BoP terbentuk di mana Israel menjadi salah satu anggota, tetap melakukan serangan-serangan kepada Palestina. Hal yang bertolak belakang dengan cita-cita berdirinya BoP.
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu pun menegaskan bahwa Otoritas Palestina yang berada di Ramallah, tidak akan menjadi bagian pemerintahan Gaza pascaperang “dengan cara apa pun.” Ini pernyataan yang perlu dikaji bersama. “New Gaza” yang digadangkan AS di pertemuan dengan seluruh pemimpin di dunia sebenarnya untuk siapa. Dengan keluarnya pernyataan yang disampaikan Netanyahu di pertemuan dengan utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff memperjelas bahwa proyek “New Gaza” adalah proyek untuk menghabisi Palestina bukan memerdekakan Palestina (detikNews.com, 4/2/26).
Dari sini, Zionis Israel dan AS menunjukkan pelanggaran hukum Internasional di mana negara yang merdeka dapat menentukan nasib sendiri. Ini jika memang Palestina akan dimerdekakan. Namun, dari sederetan pernyataan yang dikeluarkan warga Palestina tidak dianggap. Bahkan untuk diikutsertakan dalam BoP juga tidak. Padahal yang akan dibahas adalah Palestina. Sungguh nyata bahwa Palestina tidak akan mendapatkan kemerdekaan dari tawaran dua negara yang jelas-jelas memerangi Palestina. Namun, negara-negara muslim tetap menyakini bahwa ini jalan diplomasi yang akan memberikan perdamaian di tanah Palestina.
Palestina Butuh Khilafah dan Jihad
Penderitaan saudara-saudara kita di Palestina makin hari makin membuat hati bagai tersayat-sayat. Mereka kehilangan tempat tinggal, keluarga, dan harta bendanya. Mereka mengungsi ke sana ke mari seperti anak ayam yang digiring untuk disembelih. Ironis sekali, di saat penguasa-penguasa muslim saat ini malah menikmati kehidupan yang mewah dan gemerlap, kaum muslim Palestina menderita.
Mereka butuh bantuan logistik sudah tentu, tetapi di saat yang sama, mereka dibantai. Solusi untuk Palestina bukan resolusi-resolusi dari PBB, bukan gencatan senjata, bukan tanda-tangan perdamaian, two state solution, bahkan Board of Peace (BoP) sebab jelas-jelas semua tidak berpihak kepada Palestina.
Sungguh suatu kezaliman saat kita membiarkan saudara-saudara kita di Palestin terus merasakan penderitaan, ditindas, bahkan dibunuh. Selain itu, saat ini, mereka dilanda kelaparan dengan tidak adanya pasokan makanan yang memadai.
Rasulullah saja tidak membiarkan seekor hewan mati karena kalaparan apalagi ini kondisinya manusia. Rasulullah bersabda, “Sungguh imam (khalifah) itu laksana perisai, orang-oramg berperang di belakangnya dan menjadikannya sebagai pelindung mereka.” (HR Muslim)
Syekh Said bin Ali Wahf Al-Qahthani dalam kitabnya Al-Jihad fii Sabilillah mangatakan, “Jika musuh telah memasuki salah satu negeri kaum muslim, maka fardu ‘ain atas penduduk negeri tersebut untuk memerangi musuh dan mengusir mereka. Juga wajib atas kaum muslim untuk menolong negeri itu jika penduduknya tidak mampu mengusir musuh. Hal itu dimulai dari yang terdekat kemudian yang tersekat.”
Solusi yang dibutuhkan oleh Palestina adalah pembebasan yang dilakukan dengan militer karena yang akan dilawan adalah sebuah negara dengan militernya. Namun saat ini, negeri-negeri muslim yang disekat dengan paham national-state terpecah-pecah hingga kekuatan yang luar biasa mereka miliki jika bersatu tidak terlihat sehingga musuh tidak merasa gentar.
Satu-satunya negara yang akan siap mengirimkan tentara untuk membebaskan Palestina adalah Khilafah. Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah dengan tegas akan membebaskan tanah milik kaum muslim. Status tanah Palestine adalah tanah kharaj sampai kapan pun di bawah naungan Daulah Khilafah sehingga orang-orang Yahudi tidak dapat menduduki apalagi mengusir dan membunuh kaum muslim yang tinggal ditanah tersebut. Khalifahlah yang akan menyerukan sekaligus memimpin pasukan kaum muslim diseluruh dunia untuk membebaskan Palestine dan menyelamatkan kaum musllim di sana.


