
Oleh: Aisyah Ummu Shaqueena
Linimasanews.id—Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak.
Mengutip CNN Indonesia (14/2), dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul “The Rest of the Story”, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. Ribuan warga ini disebut merupakan korban serangan bom termal dan termobarik, senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau potongan kecil tubuh.
Yasmin Mahani, seorang ibu yang tinggal di Gaza City adalah satu dari ribuan warga Gaza yang menjadi saksi bagaimana manusia hilang tanpa jejak setelah serangan Israel. Pada dini hari tanggal 10 Agustus 2024, Mahani menyusuri reruntuhan sekolah Al Tabin yang masih berasap usai digempur Israel. Ia mencari anak dan suaminya yang berada di lokasi ketika serangan terjadi. Di sana, Mahani berhasil menemukan suaminya. Akan tetapi, tak ada jejak putranya, Saad.
Mahani mencari ke sana ke mari, dari rumah sakit hingga pemakaman, namun hasilnya nihil. Saad tak ada di mana pun. “Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan,” ucapnya kepada Al Jazeera, dalam ‘The Rest of the Story’. “Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya [hanya] menginjak daging dan darah,” katanya.
Apa Itu Senjata Termal dan Termobarik?
Para ahli dan saksi mata mengaitkan fenomena ini dengan dampak dari penggunaan sistematis senjata termal dan termobarik. Senjata yang dilarang secara internasional ini mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celsius.
Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov menjelaskan, senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi juga melenyapkan materi. Tidak seperti bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan gumpalan awan bahan bakar yang menciptakan bola api luar biasa besar dan efek vakum.
“Untuk memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia. Ini meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 sampai 3.000 derajat Celsius,” kata Fatigarov.
Israel masih terus menyerang Gaza meskipun sedang gencatan senjata. Banyak korban berjatuhan dalam penyerangan tersebut. Perempuan dan anak tak luput menjadi korban dari kebiadaban tentara Israel. Puluhan korban baik terluka maupun meninggal menjadi pemandangan nyata keadaan Palestina saat ini.
Penggunaan termobarik ini makin menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Jelas bahwa yang dilakukan oleh Israel adalah genosida. Meski dunia tahu hal ini melanggar HAM, namun tak ada yang mampu menghentikan. Dunia hanya mampu mengecam, namun tak bisa berbuat apa-apa.
Sejatinya, kejahatan Israel tidak bisa ditolerir apalagi diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan Israel sudah melampaui batas dan harus dihentikan. Cara terbaik untuk menghentikan penjajahan Israel adalah dengan jihad fisabilillah oleh tentara kaum muslimin. Tidak bisa dengan cara lain, apalagi dengan BoP (Board of Piece) bentukan Amerika Serikat.
Memerangi Israel yang telah membantai kaum muslimin adalah wajib. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin.
Hukum jihad harus dipahami dan diterapkan dalam melakukan perlawanan terhadap Israel laknatullah. Hal ini membutuhkan kesatuan, kekuatan kaum muslimin seluruh dunia, tidak cukup dilakukan oleh organisasi Islam manapun apalagi organisasi kemanusiaan.
Tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan jalan berdakwah, menyadarkan umat bahwa hanya dengan sistem Islamlah persoalan Palestina dapat diselesaikan. Sistem Islam mampu melakukan tindakan preventif dalam membalas setiap serangan yang dilakukan oleh Israel dan sekutunya.
Sistem Islam mengikuti cara yang sudah Allah tetapkan didalam nash nash syar’i. Perjuangan dalam perlawananya pun sudah dicontohkan Rosulullah dan umat terdahulu. Maka hanya dengan Islam kafah umat dapat diriayah dengan sebaik-baiknya.


