
Oleh: Anita Octavia Mayasari
(Aktivis Muslimah)
Linimasanews.id—Sejumlah warga dari beberapa kota di Amerika Serikat (AS) beramai-ramai turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi. Setidaknya, ada 8 juta jiwa yang berkumpul dalam aksi demo tersebut (Detik.com, 29/3/2026). Demo yang bertajuk “No Kings” dipenuhi dengan ungkapan kemarahan dan kekecewaan rakyat terhadap pemerintah, mereka menentang kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dianggap sangat arogan dan otoriter.
Ambisi Trump dalam menguasai dunia melalui berbagai kebijakan militernya membuat utang nasional Amerika Serikat secara resmi akhirnya telah menembus angka US$39 triliun atau sekitar Rp661.000 triliun lebih per Maret 2026. Angka yang fantastis ini menjadikan AS sebagai negara dengan utang tertinggi di dunia, tentunya kondisi itu akan mengancam kebangkrutan.
Dari sisi geopolitik, utang ini merupakan konsekuensi dari strategi “America First” yang agresif untuk mempertahankan dominasi global AS di tengah kondisi konflik yang berkepanjangan. AS yang saat ini merupakan negara superpower memang merupakan sekutu bagi Zionis Israel dalam menguasai Palestina dan wilayah lainnya. Bahkan, AS juga mengajak beberapa negara seperti Eropa dan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman sepakat untuk memerangi Iran. Alhasil, warga yang sudah kegerahan dengan gaya kepemimpinan otoriter Trump ini akhirnya melakukan aksi turun ke jalan dan menolak segala kesombongan dan keotoriteran Trump yang menganggap dirinya sebagai penguasa dunia, raja di atas para raja.
Keadaan yang membuat sangat miris bagi populasi terbesar di dunia ini adalah pengkhianatan yang dilakukan oleh para penguasa negeri Muslim yang akhirnya ikut serta bersekutu dengan AS. Padahal, seharusnya mereka menjadi pelindung bagi saudara muslim lainnya.
Kaum muslim harusnya sadar bahwa AS dengan segala kekufurannya, hegemoni kapitalismenya, bahkan politik demokrasinya tidak akan bisa menjadi dasar pijakan dalam menjalankan roda kehidupan ini. Demokrasi kapitalisme hanya akan merusak tatanan dunia dan kehidupan antar Muslim lainnya. Umat Islam harusnya sadar bahwa saat ini dengan sengaja dipecah belah oleh pihak yang memang sangat membenci Islam bahkan ingin menghancurkan Islam.
Umat Islam harusnya sadar bahwa tidak ada aturan kehidupan yang lebih baik dari aturan Allah Swt., tidak ada aturan politik yang lebih baik daripada aturan politik dalam Islam, urusan sosial dan ekonomi Islam menjadikan umat benar-benar sejahtera dalam kehidupannya. Umat Islam harusnya sadar bahwa dunia ini adalah milik Allah Swt. Maka, seharusnya umat Islam ridha jika seluruh kehidupannya diatur oleh Allah Swt. Umat Islam juga harusnya paham bahwa tidak ada kepemimpinan yang lebih baik daripada kepemimpinan Islam.
Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah untuk menegakkan syariat dan melayani rakyat dengan tulus tanpa pamrih, kepemimpinan bukan sekadar kekuasaan. Seorang pemimpin haruslah bertakwa, adil, amanah, dan bertanggung jawab terhadap segala kebutuhan dasar rakyatnya, baik sandang, pangan, papan, pendidikan, keamanan, bahkan kesehatan.
Kepemimpinan dalam Islam adalah bagaimana pemimpin mampu mengajak umat untuk menjadi orang-orang yang Bertakwa dengan berIslam secara kaffah. Sebagaimana Allah Swt. berfirman di dalam surah Al-Baqarah ayat 208:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.”
Sudah saatnya kita semua kembali kepada syariat Islam, umat, dan seluruh penguasa negeri muslim harus kembali tunduk kepada aturan Allah Swt. dalam bingkai kehidupan Islam yang sempurna, tentunya dalam sistem Islam yang akan menjadikan tatanan dunia ini dalam rahmat Allah Swt.
Dengan demikian, sangat nyata bahwa sistem pemerintahan dalam Islam akan menutup peluang lahirnya otoritarian, kesewenang-wenangan, dan dominasi kekuasaan oleh kelompok tertentu. Ini semua akan terwujud jika rakyat maupun penguasa tunduk sepenuhnya kepada hukum Allah Swt.


