
Oleh: Beta Arin Setyo Utami, S. Pd.
Linimasanews.id—Betapa bahaya dan rusaknya umat jika tidak diarahkan pada kesadaran yang benar nan membangkitkan. Apalagi, kini makin banyak narasi adu domba di antara umat. Umat butuh ulama. Bukan seolah ulama, tetapi nyatanya umala (agen) yang seolah memberi solusi tetapi nyatanya hanya ilusi, seolah menyelamatkan padahal menyesatkan.
Sangat mengejutkan, bagai petir di siang bolong, ketika didapati ada ulama yang secara terang-terangan mendukung keanggotaan Indonesia (negara mayoritas muslim terbesar) dalam BoP (Board of Piece) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dari Jawa Timur dan Jawa Barat menyatakan kesepakatan untuk mendukung langkah strategis pemerintah dalam keanggotaan BoP demi memperjuangkan kemerdekaan Palestina (SindoNews, 04/02/2026).
Patut disayangkan, di saat dunia mengecam bahkan memboikot segala hal yang berkaitan dengan zionis Israel, ulama justru bukan menolak keras. Sebaliknya, malah menjadi pendukung garis keras BoP. Padahal, jelas patut dipertanyakan, apakah BoP mampu menjadikan zionis tunduk dan menepati janji?
Apakah BoP mampu menjadikan Palestina aman, damai dan rakyat (kaum muslim) mendapatkan haknya kembali? Jawabannya, tentu tidak. Bahkan, tidak akan pernah. Sebaliknya, rakyat Palestina justru akan makin menjadi bulan-bulanan penjajah. Terbukti, belum lama dari pendeklarasian BoP saja, zionis kembali memborbardir Gaza hingga puluhan nyawa kembali melayang. Tidakkah yang demikian itu menyadarkan manusia bahwa BoP hanyalah solusi semu yang bahkan terbukti telah gagal di awal?
Sungguh umat butuh ulama yang lurus untuk menyadarkan duduk perkara kezaliman yang menimpa Palestina. Penjajahan atas Palestina yang tak berkesudahan ini butuh solusi fundamental, yakni dakwah ideologis dan jihad oleh pasukan Khilafah Islamiyah. Palestina akan terus dengan kenestapaannya, kecuali sampai datang pembebas dan penyelamat yang gagah berani selevel Salahuddin Al-Ayyubi dan pemimpin yang amanah selevel Sultan Abdul Hamid II. Sebuah keniscayaan sosok-sosok hebat tersebut akan lahir pada sistem yang hebat pula, yakni sistem Khilafah Rosyidah ‘ala Manhajinnubuwah (khilafah yang lurus mengikuti metode kenabian).


