
Oleh: Salsabila
Linimasanews.id—Sedikitnya 265 anak-anak Palestina telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. UNICEF menggambarkan gencatan tersebut sebagai ‘ilusi mematikan’ dan memperingatkan bahwa kekerasan terus berlanjut meskipun penghentian telah diumumkan (A.A.com, 19/06/2026).
Keterpurukan kaum Muslim Gaza kian hari kian parah. Tak henti-hentinya jumlah korban kian meningkat. Namun, apalah daya umat Muslim untuk menolong saudara mereka itu, sedangkan mereka sendiri terpaksa tunduk pada pemimpin Muslim mereka yang zalim? Solusi yang diberikan para penguasa bukanlah solusi yang menyelesaikan permasalahan di Gaza, melainkan sebuah tipu daya semata untuk mencari keuntungan.
Hingga detik ini, kaum Muslim Palestina masih dalam nestapa. Zionis tak pandang bulu. Mereka menargetkan seluruh penduduk Palestina, entah muda ataupun tua, termasuk perempuan dan anak-anak. Hal itu sengaja mereka lakukan dengan tujuan memusnahkan populasi Muslim di sana.
Segala cara akan mereka lakukan demi menguasai tanah Palestina. Gencatan senjata tak dapat mengikat mereka untuk diam sementara. Bahkan, mereka mengaggap perjanjian tersebut sekadar omong kosong. Israel akan terus berkhianat dan bertindak semaunya, seakan mereka tak bergeming dengan kecaman-kecaman dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Sebab, hubungan mereka dengan Amerika Serikat mesra.
Dalam Al-Qur’an juga telah dijelaskan mengenai pengkhianatan Bani Israel terhadap para nabi terdahulu. Pada QS.al-Maidah:13, Allah SWT berfirman, “Maka karena mereka melanggar janjinya, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan dari tempatnya, dan mereka melupakan Sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), tetapi maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Sementara itu, para penguasa Muslim, telah dibutakan oleh rasa kefanatikan mereka pada nasionalisme dan terjebak dalam dunia politik kapitalis, sehingga solusi yang mereka tawarkan tak jauh berbeda dengan solusi dari AS, yaitu solusi dua negara atau gencatan senjata. Namun kenyataannya, solusi tersebut sama sekali tak menyelesaikan masalah bahkan lebih memperburuk situasi jangka panjang di sana. Lantas, bagaimana nasib Palestina?
Kini, umat Islam masih berada di kondisi yang lemah, mereka tak akan mampu membebaskan Palestina, kecuali mereka bersatu untuk berjihad melawan para penjajah di sana. Khilafah-lah satu-satunya solusi untuk semua itu, dengan kunci bersatunya umat Islam di seluruh penjuru dunia dan menegakkan Kembali Daulah Islam (khilafah). Khilafah akan menjadi satu-satunya institusi politik Islam yang menggerahkan tantara-tentara Islam untuk membebaskan Palestina dari zionis dan antek-anteknya.
Khilafah akan menjamin perlindungan bagi setiap anak Palestina, baik jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidiokan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek kehidupan mereka. Penegakan khilafah sepatutnya menjadi qadhiyah masiriyah (persoalan utama) umat Islam di seluruh dunia yang harus diperjuangkan. Inilah tanggung jawab pada setiap muslim, yakni memperjuangkan khilafah ‘ala minhaji an-nubuwwah.


