
Suara Pembaca
Warga Palestina mulai memakan daging kura-kura untuk memenuhi kebutuhan protein mereka imbas krisis makanan akibat pengepungan dan genosida yang dilakukan Zionis Israel. Salah satu warga Gaza Majida Qanan mengatakan, anak-anak di Gaza harus dibujuk agar mau memakan daging kura-kura tersebut. “Anak-anak takut untuk memakan daging kura-kura, jadi kita mengatakan kepada mereka bahwa daging ini enak seperti daging sapi muda,” kata Qanan seperti dilansir AFP, sabtu (19/4).
Pemandangan memilukan warga Gaza yang terpaksa memakan daging kura-kura adalah aib besar bagi dunia Islam hari ini. Bukan hanya membongkar kebiadaban penjajah Yahudi, tetapi juga memperlihatkan betapa hina dan tak berdayanya umat Islam tanpa pelindung yang sejati. Sistem internasional kufur — PBB, lembaga HAM, dan negara-negara muslim yang bersekutu dengan Barat — terbukti hanyalah alat pelayan penjajahan. Mereka membiarkan darah kaum muslim ditumpahkan, anak-anak kelaparan, dan kehormatan diinjak-injak, karena standar mereka bukan Islam, melainkan kepentingan politik dan ekonomi kotor. Diamnya penguasa muslim terhadap penderitaan yang terjadi di Gaza bukan hanya kelalaian, melainkan penghianatan besar yang memperjelas pengingkaran mereka dari kewajiban jihad fi sabilillah.
Pengkhianatan para penguasa muslim terhadap Gaza memperlihatkan bahwa mereka telah berlepas diri dari kewajiban jihad fi sabilillah. Mereka lebih takut kehilangan kekuasaan dan kedudukan di hadapan Barat daripada takut kepada Allah atas darah kaum muslim yang tumpah. Solidaritas semu yang hanya berupa doa, donasi, atau seruan kosong tanpa tindakan nyata seakan menjadi bentuk lain dari ketundukan kepada sistem internasional kufur yang mengharamkan tegaknya kekuatan militer Islam. Selama umat terus diperdaya untuk percaya kepada solusi-solusi palsu ala demokrasi dan nasionalisme, kehinaan dan penderitaan akan menjadi nasib yang berulang.
Islam sejatinya mewajibkan adanya satu institusi negara (Khilafah) yang mengayomi umat, membebaskan wilayah yang dijajah, dan menghukum penjajah dengan kekuatan nyata, bukan sekadar mengemis bantuan kemanusiaan. Membiarkan umat kelaparan di tengah limpahan kekayaan kaum muslim adalah bentuk pengkhianatan besar terhadap amanah Allah. Selama umat ini terus berharap pada sistem kufur dan pemimpin boneka, kehinaan seperti ini akan terus berulang. Hanya dengan menegakkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah, umat ini akan kembali mulia dan penjajahan atas tanah-tanah Islam akan dihancurkan.
Satu-satunya solusi yang sesuai dengan syariat adalah membangun kembali kekuatan politik umat Islam dalam bentuk Khilafah yang menerapkan hukum Allah secara kaffah. Khilafah akan mengerahkan seluruh potensi militer, ekonomi, dan diplomasi untuk membebaskan tanah-tanah Islam dari penjajahan dan melindungi setiap jiwa kaum muslimin. Dengan Khilafah, darah, kehormatan, dan kehidupan umat tidak lagi menjadi barang murah di hadapan musuh-musuh Allah. Inilah jalan syar’i dan satu-satunya jalan keselamatan bagi Gaza, Palestina, dan seluruh umat Islam.
Rosna Fiqliah
(Pemerhati Sospol, Deli Serdang)


