
Suara Pembaca
Kehidupan pascalebaran 1446 H (2025/2026) bagi warga Palestina, khususnya di Jalur Gaza, tetap berada dalam bayang-bayang nestapa yang mendalam. Idulfitri yang seharusnya menjadi momen sukacita dan berkumpul bersama keluarga, berubah menjadi perjuangan berat untuk bertahan hidup di tengah gempuran yang belum berhenti.
Serangan udara Zionis Israel kembali menghantam Jalur Gaza pada Senin (6/4/2026) waktu setempat, saat gencatan senjata masih diberlakukan. Sedikit, 10 orang tewas akibat gemburan terbaru Israel 3yang menghantam area di dekat sebuah sekolah di Jalur Gaza, yang kini menampung para pengungsi Palestina (7/4/2026).
Keadaan Gaza sungguh memprihatinkan, tidak ada habisnya serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Zionis Israel. Banyak di antara mereka kehilangan anggota keluarga, rumah, atau keduanya sekaligus dalam perang yang belum lama berlalu.Kondisi ini terus diliputi duka nestapa yang mendalam dan seolah tak berujung. Dengan laporan terbaru menunjukkan penderitaan yang meluas di tengah reruntuhan akibat konflik yang berkepanjangan.
Situasi kemanusiaan di jalur Gaza makin terancam, terlupakan oleh dunia. Karena fokus utama Amerika Serikat dengan Zionis Israel beralih pada konflik dengan Iran. Pengalihan perhatian ini terjadi saat Gaza mengalami krisis pangan dan infrastruktur yang parah. Ketegangan antara Iran dan Zionis Israel yang meningkat, termasuk serangan balasan diwilayah masing-masing, sehingga membuat perhatian dunia Internasional teralih dari perang di Gaza.
Persatuan Umat
Sungguh, ukhuwah islamiyah menjadi pengikat bagi umat Islam di seluruh dunia untuk membebaskan penderitaan saudara sesama muslim. Karena itu tentu ironi jika para penguasa muslim malah membiarkan sesama muslim ditindas dan dibunuh oleh kaum kafir, sedangkan mereka menonton belaka tidak memberikan bantuan dan pembelaan. Bahkan mereka bersekutu dengan para penindasnya.
Padahal Nabi Muhammad saw. telah bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Janganlah ia menzalimi dan menyerahkan saudaranya kepada musuh.” (HR Al-Bukhari)
Membiarkan sesama muslim tertindas bukan hanya merusak amal dan menyebabkan dosa, tetapi juga akan mengundang ancaman Allah Swt. berupa datangnya bencana besar. Sebagaimana firman-Nya,“Orang yang kafir itu sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain jika kalian (kaum muslim) tidak melaksanakan apa yang telah Allah perintahkan itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS Al-Anfal: 73)
Imam Ath-Thabari menjelaskan kalimat tidak melaksanakan apa yang di perintahkan itu, bermakna tidak memberi pertolongan. Padahal Allah Swt. telah memerintahkan kita untuk menolong kaum mukmin yang meminta pertolongan. Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan (pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan.
Umat Islam adalah ummah wahidah (umat yang satu), memiliki akidah dan syariat yang sama. Umat yang satu sama lain ditetapkan oleh Allah Swt. sebagai ikhwah (saudara). Umat Islam digambarkan Rasulullah saw., “Ka al-jasad al-wahid” (laksana satu tubuh).
Ukhuwah yang demikian kuat itu hanya akan dapat diwujudkan secara nyata ketika ada yang menyatukan umat dalam satu negara. Karena ketika umat tidak bersatu seperti saat ini, maka menyebabkan umat Islam saat ini bercerai-berai dalam banyak negara. Karena faktor nasionalisme, masing-masing negara sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Tidak peduli dengan nasib saudaranya yang lain.
Lihatlah penderitaan kaum muslim di Palestina akibat ditindas oleh kaum kafir, tidak ada satu pun penguasa negeri Islam yang mengirimkan pasukan untuk membela saudara-saudaranya itu. Berbeda dengan saat masa-masa kejayaan Islam. Sebab, Rasulullah saw bersabda, “Imam (khalifah) itu laksana perisai, kaum muslim diperangi (oleh kaum kafir) dibelakang dia dan dilindungi oleh dirinya.” (HR Muslim)
Karena itu, sudah saatnya kaum muslim harus bersatu dalam menentukan arah perjuangan membebaskan Palestina dan negeri muslim lainnya. Oleh karenanya, tidak ada pilihan lain selain persatuan kaum muslim di dunia dengan menegakkan kepemimpinan islamiyah dalam bingkai Khilafah. Sehingga Palestina dan negeri muslim yang terjajah dapat dibebaskan dari segala bentuk penjajahan.
Sahnita Ninggsih A.Md. (Ibu Peduli Negeri, Deli Serdang)


