
Oleh: Harnita Sari Lubis (Aktivis Dakwah)
Linimasanews.id—Militer Israel menculik 223 aktivis internasional dari sejumlah kapal Global Sumud Flotilla. Total keseluruhan 15 kapal yang tergabung dalam aksi tersebut telah dicegat di perairan internasional menuju Gaza (Tempo.co.international.id, 02-10-2025)
Juru Bicara Global Sumud Flotilla, Saif Abukeshek menyatakan, lebih dari 223 orang dari 37 negara berada di atas kapal-kapal tersebut. Armada Global Sumud Flotilla yang mencakup lebih dari 40 kapal sipil tersebut tidak berhasil menembus blokade Israel atas Gaza. Para aktivis akhirnya ditahan dan dibawa ke Israel dan armada-armada ini telah gagal masuk ke Palestina.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel di X menyatakan, “Beberapa kapal armada Hamas-Sumud telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel.”Greta dan teman-temannya dalam keadaan selamat dan sehat.”
Genosida Terus Berlangsung
Sudah hampir 18 tahun Israel telah mempertahankan blokade di Gaza yang berpenduduk hampir 2,4 juta warga Palestina. Mereka makin memperketat pengepungan pada 2 Maret ketika menutup penyeberangan perbatasan dan memblokir pengiriman makanan dan obat-obatan sehingga sampai detik ini rakyat Palestina kelaparan.
Sejak Oktober 2023, Israel telah mengebom dan menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina yang kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Genosida ini terus berlangsung entah sampai kapan.
Para pemimpin setiap negara hanya menyerukan hentikan genosida dan memberikan solusi two state solustion (solusi dua negara) agar peperangan segera berakhir. Padahal, sebenarnya ini tidak layak dikatakan peperangan karena sejatinya Palestina dibantai habis-habisan tanpa ada perlawanan. Orang dewasa, lansia hingga anak bayi di bom setiap hari, bahkan ketika mereka sedang tertidur di tengah malam.
Sementara itu, dari tahun 2023 sampai detik ini Oktober 2025, PBB hanya mengecam tindakan Israel, tanpa memberi perlawanan pasti yang melumpuhkan bom-bom Israel terhadap Palestina. Kaum muslimin pun belum juga bangkit dari tidurnya bahwa persoalan Palestina adalah masalah kaum muslimin, masalah bagi umatnya Nabi Muhammad, bukan masalah Palestina sendiri saja.
Padahal, lebih dari 1300 tahun yang lalu Allah mengingatkan, umat Islam adalah satu tubuh, ketika sebagian tubuh sakit maka seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya. Begitu juga ketika kaum muslimin di Palestina dibantai secara membabi buta oleh Zionis Israel, seharusnya kaum muslimin di seluruh dunia merasakan kesakitan dan kepedihan yang dirasakan oleh Palestina. sehingga ummat Islam diseluruh dunia Dengan begitu, kemudian membantu sekuat tenaga dan penuh keyakinan agar saudaranya di Palestina segera bebas dari genosida.
Inilah solusi pasti dan benar yang telah dicantumkan Allah di dalam Al-Qur’an. Allah berfirman, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (At Taubah ayat 41)
Dalam surat at-Taubah ayat 29 Allah juga berfirman, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”
Allah sudah memerintahkan manusia agar berjihad di jalan Allah untuk menolong dan membebaskan umat dari penjajahan kaum kafir. Jihad fi sabilillah ini dapat dilakukan ketika Kekhilafahan Islam tegak, dengan komando seorang khalifah. Dengan itu kaum muslimin di seluruh dunia dapat terbebas dari kejahatan kaum kafir penjajah.


