
Oleh: Rini (Muslimah Brebes)
Linimasanews.id—Aksi unjuk rasa digelar oleh mahasiswa di berbagai daerah dengan mengangkat tema “Indonesia Gelap”. Salah satunya, pada Kamis (20/2), ribuan mahasiswa dari sejumlah universitas memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta untuk menggelar demonstrasi lanjutan dalam aksi bertajuk “Indonesia Gelap” (CNNIndonesia, 20/2/2025).
Sejumlah pengamat menilai, aksi mahasiswa itu merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat yang semestinya disuarakan oleh DPR. Sosiolog dari UGM Heru Nugroho mengatakan, “Kekecewaan itu bermula dari banyaknya pemutusan hubungan kerja dan sulitnya mencari pekerjaan, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, kasus langkanya gas Elpiji 3 kilogram, dan puncaknya ketika pemerintah memangkas anggaran sejumlah kementrian.” (BBCIndonesia,19/02/2025).
Diketahui, baru 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran berkuasa, rakyat tak henti-hentinya diberi kejutan dengan berbagai kebijakan yang menyakitkan. Mulai dari kenaikan PPN menjadi 12%, kelangan LPG melon, polemik MBG, efesiensi anggaran, putusan ringan kasus korupsi timah, dan masih banyak lagi kebijakan yang menyakitkan hati rakyat.
Namun, sungguh sangat disayangkan jika tuntutan mahasiswa kepada pemerintah saat ini hanya sebatas perubahan kebijakan dan rezim. Sebab, jika demikian, tuntutan tersebut tidak menyentuh akar permasalahan. Sebab, sejatinya penerapan sistem politik demokrasilah yang menjadi akar permasalahan yang menimpa rakyat.
Karenanya, masihkah rakyat termasuk para mahasiswa percaya sistem politik demokrasi mampu menjadi solusi dari gelapnya negeri ini? Tidakkah masyarakat jera? Sudah berulang kali ganti rezim, tetapi perubahan yang diharapkan tidak jua tercipta.
Selayaknya, mahasiswa sebagai agen perubahan melek politik dengan memiliki pemikiran yang kritis hingga ke akar persoalan, serta mampu memberi solusi yang benar, yaitu solusi yang ada pada Islam. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa seharusnya menjadi agen perubahan untuk mengemban risalah Islam dalam upayanya mengoreksi penguasa.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS Ali-Imran ayat 104, “Hendaklah ada diantara kalian segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Dalam ayat ini, Allah SWT mewajibkan adanya segolongan (kelompok) kaum muslim yang menyeru kepada Islam dan melakukan aktivitas dakwah amar makruf nahi mungkar. Karena itu, mahasiswa seharusnya menyuarakan agar solusi Islam diterapkan oleh negara yaitu dengan penerapan sistem Islam secara kafah dalam bingkai khilafah. Karena, khilafah atau sistem pemerintahan Islam inilah yang akan menerapkan sistem kehidupan islami. Dengan itu, fungsi negara akan diwujudkan dengan benar berlandaskan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan begitu pula, akan tercipta masyarakat sejahtera. Masa depan masyarakat pun gemilang, bukan gelap atau suram. Maka dari itu, pemuda sebagai generasi penerus, harus bergabung bersama kelompok dakwah ideologis agar bisa membawa perubahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah saw.


